Sukses

Selalu Muntah Setelah Makan Sahur dan Buka Puasa

06 Jun 2018, 19:20 WIB
Wanita, 20 tahun.

Assalamualaikum dok saya mau tanya.. Saya pernah menderita batu ginjal 2 th lalu tp tidak sampe d operasi krna masih pasir jd hanya disarankan dokter untuk banyak minum air putih, yang ingin saya tanyakan sekarang kenapa badan saya tambah mulai lemas n saat saya coba untuk puasa saya selalu muntah setelah makan sahur n berbuka pdhl saat makan saya tidak merasa apa2... Apakah ini masih ad hubunganny dg riwayat sakit yg saya derita dok? Adakah saran untuk saya dok ? Saya takut ke dokter secara langsung saya takut menyusahkan keluarga saya dalam hal biaya dok.. makasih atas perhatian dokter. Waalaikum salam..

Terima kasih telah bertanya seputar Selalu Muntah Setelah Makan Sahur dan Buka Puasa menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sayangnya sulit bagi kami untuk menjelaskan kondisi Anda hanya dengan keterangan yang Anda berikan. Diperlukan sebuah pemeriksaan fisik dan tambahan untuk menilai sebuah kondisi dengan seksama. Akan tetapi keluhan Anda mungkin berhubungan dengan Sindrom Dispepsia. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia.

Sindrome dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Selain itu, dispepsia juga dapat disertai rasa pusing, keringat dingin, dsb. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit tukak lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dispepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

Awalnya, Anda dapat mengonsumsi obat penetral asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala. Selain dengan pemberian obat penetral asam lambung secara teratur, kami sarankan sebaiknya Anda menjaga pola makannya dengan makan lebih sering dalam porsi kecil dan teratur, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, kopi, soda, dan makanan yang dapat merangsang pengeluaran gas seperti kol dan menghindari obat-obatan yang menimbulkan luka pada lambung seperti aspirin. Selain itu, stres psikis juga harus dihindari karena dapat memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Jika setelah menjalankan terapi di atas namun tetap tidak ada perbaikan pada keluhan-keluhan anda, Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Keluhan sesak nafas yang anda alami bisa jadi bagian dari penyakit ini atau merupakan bagian lain dari penyakit seperti paru atau jantung.

Namun untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter. Anda dapat mencoba menggunakan BPJS jika terdapat hambatan biaya.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar