Sukses

Bahaya Rokok

06 Jun 2018, 09:16 WIB
Pria, 21 tahun.

Dok, Benarkah rokok itu mengandung banyak sekali zat racun? (bahkan ada 4000 zat katanya) Jika iya, gunanya racun-racun itu untuk apa? (Pertanyaan tambahan) kakek saya juga seorang perokok tapi sampai usia kepala 8 pun dia tidak kenapa-napa?

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.  

Rokok elektrik adalah sebuah alat yang mengeluarkan uap berisi nikotin. Rokok elektrik ini tidak menghasilkan asap rokok yang banyak mengandung bahan beracun. Seperti kita ketahui asap rokok mengandung berbagai zat yang tidak hanya berbahaya bagi sang perokok, namun juga berbahaya bagi orang lain disekitar perokok yang menghirupnya (perokok pasif). Rokok elektrik menggunakan cairan yang mengandung nikotin pada konsentrasi tertentu.

Rokok elektrik mengundang banyak kontroversi. WHO sendiri memang belum menyatakan bahwa rokok elektrik aman untuk menjadi pengganti rokok tembakau karena belum adanya penelitian yang menyeluruh dan valid. Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam rokok elektrik untuk menghasilkan asap masih belum dapat dipastikan keamanan dan efeknya terhadap kesehatan. Selain itu, rokok elektrik juga masih mengandung nikotin (meskipun kadarnya dapat diatur oleh pemakainya), sehingga tidak menyelesaikan masalah kecanduan nikotin pada para perokok. 

Rokok elektrik adalah alternatif pengganti rokok yang dewasa ini mulai beredar di pasaran. Sebuah penemuan yang baru tentu tidak akan lepas dari pro dan kontra. Sampai saat ini belum ada penelitian skala besar yang menyimpulkan keamanan dan memaparkan efek samping jangka panjang dari rokok elektronik ini. Rokok elektronik dipercaya dapat membantu perokok yang ketergantungan nikotin tanpa meracuni tubuh dengan asap rokok.

Namun apakah masalahnya sesederhana itu? Sepertinya tidak. Walaupun belum ada penelitian skala besar yang memaparkan bahaya rokok elektronik, beberapa pihak merasa bahwa jawaban dari ketergantungan rokok adalah dengan berhenti merokok, bukan malah berganti ke jenis lain dari pemberian nikotin. Secara logika, kandungan nikotin yang terkandung didalamnya tetap memiliki efek candu atau ketergantungan. Apabila berhenti mengkonsumsi rokok elektrik, pengguna tetap akan mengalami sindroma putus konsumsi, seperti mudah marah, depresi, gelisah dan cemas. Layaknya rokok biasa, rokok elektrik tetap berbahaya bagi penderita jantung dan terbukti merusak lapisan pembuluh darah. 

Jika Anda berkeinginan untuk mengatasi kebiasaan merokok, kami sarankan Anda datang ke klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan berhenti merokok. Dokter akan memberikan layanan konseling untuk mendukung perubahan perilaku dan memberikan obat untuk membantu mengatasi kecanduan nikotin. 

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar