Sukses

Keputihan Abnormal

06 Jun 2018, 04:15 WIB
Wanita, 19 tahun.

halo dok. 5 bulan belakangan ini menstruasi saya berjarak 35-36 hari. saya mau tanya dok, saya berhubungan pertama kali tanggal 7 april, lalu tanggal 8 april saya mens sampai tanggal 13 april. lalu tanggal 21 april saya mengalami keputihan sampai tanggal 31 april . keputihan yg saya alami baru pertama kali ada cairan berwarna krim gitu dok dan juga cairan yg keluar lebih bayak dari biasanya dan disertai gatal namun tidak berbau dok, lalu ditanggal 26/27/28 seingat saya ada diantara ketiga hari tersebut saya mengalami keputihan yg dimana cairan krim putihnya lebih banyak dibanding cairan bening nya. lalu ditanggal 13 mei saya mengalami menstruasi lagi dok sampai tanggal 19 mei . lalu ditanggal 28 mei saya mengalami keputihan yg sama dok seperti keputihan bulan lalu yaitu ada cairan berwarna putih krim gitu dok , dan hari ini tanggal 1 Juni saya check keputihan yg keluar lebih banyak warna krim dibanding warna bening seperti keputihan bulan lalu dok. memang dok dari bulan lalu banyak kegiatan yg saya kerjakan sampai lelah dan juga banyak hal yg saya pikirkan. dan yg saya ingin tanyakan, apakah gejala keputihan yg baru saja saya alami di 2 kali masa keputihan ini ada kaitannya dengan hubungan yg pertama kali saya lakukan atau tidak dok ? dan jika tidak, kirakira apa penyebab yg menyebabkan saya mengalami keputihan seperti ini dok ? mohon dijawab dok karena saya baru ini mengalami keputihan yg seperti ini dok. maaf penjelasan yg saya buat terlalu panjang dok. terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar Keputihan Abnormal menggunakan fitur Tanya Dokter

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. Jika keputihan yang dialami oleh Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu.

Selain itu lakukan beberapa tips di berikut ini untuk mencegah keputihan:

- Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

- Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

- Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

- Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan

- Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Apakah sudah dilakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab keputihan? Keputihan dapat pula disebabkan oleh infeksi menular seksual. Untuk memastikannya memang harus dilakukan swab vagina oleh dokter. Jika sedang keputihan sebaiknya hindari berhubungan seksual terlebih dahulu sampai keputihan sembuh.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

 

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar