Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Penis Sulit Ereksi

05 Jun 2018, 11:23 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok kami menikah sudah 9 thun mempunyai 2 anak yg lengkap.suami saya terkena kolesterol tinggi lalu ia mencoba untuk membiasakan diri untuk tidak merokok lagi dan mengurangi gula.lalu semua perubahan itu sukses dalam 2 bulan ini suami tidak pernah merokok lagi pola tidur yg biasanya tidak karuan sekarang berangsur bagus.yg mau saya tanyakan.mengapa dia tidak mau bercinta seperti dulu.jika diajak bercinta penisnya juga tidak keras maksimal.akhirnya letoy.padah kami dulu melakukan hub seks terkadang 3x dalam seminggu sekarang belum tentu 1x dlm seminggu.klu ditanya dia hanya jawab sepertinya ada yg tidak beres.dok menurut dokter gimana.dan bagaimana menanggulanginya lalu dmana saya harus berkonsultasiapakah gara2 tidak merokok tadi suami saya seperti ini.klu memang ia berapa lama akan kembali normal

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai Penis Sulit Ereksi.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Salah satu kemungkinan timbulnya kesulitan untuk ereksi maksimal adalah disfungsi ereksi, namun sangat penting untuk dilakukan wawancara medis yang mendetil dan pemeriksaan fisis secara langsung sebelum menentukan diagnosis. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik. Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah:

  • Kelainan pembuluh darah, termasuk stroke
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesiali urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai Penis Sulit Ereksi. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar