Sukses

Buang Air Besar Berdarah dan Sakit
05 Jun 2018, 11:17 WIB
Wanita, 16 tahun.

Dok, saya kalo Bab suka berdarah terus sakit dok, apalagi kalo bab keras pasti pas mau bab berdarah jadi saya takut bab dok,itu gimana ya dok?jadi kalo mau bab saya mikir mikir dulu

Terima kasih telah bertanya seputar Buang Air Besar Berdarah dan Sakit menggunakan fitur Tanya Dokter

BAB berdarah dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah wasir/hemoroid, polip usus besar, gastritis erosif (perlukaan pada lambung), kanker usus besar, sirosis hepatis (akibat pecahnya varises esofagus), inflamatory bowel disease, lecet pada daerah anus karena feses yang keras, dan lain lainnya. BAB dengan darah berwarna kehitaman biasanya disebabkan karena adanya perlukaan/perdarahan di saluran cerna bagian atas (gastritis erosif, pecah varises esofagus). Sedangkan jika darah berwarna merah segar pada feses kemungkinan kelainan terjadi di saluran cerna bagian bawah (kanker kolon, wasir, disentri, dsb).

Konstipasi dan konsistensi tinja yang keras juga dapat menyebabkan perlukaan saat mengedan sehingga dapat menimbulkan bercak darah. BAB yang keras menunjukkan bahwa konsumsi serat dan cairan Anda masih kurang. Jika memang masih keras, obat yang bersifat laksatif dapat membantu memperlancar BAB.

Pada infeksi (disentri) biasa disertai dengan diare, nyeri perut dan terkadang demam dan darah biasanya keluar bersamaan dengan tinja. Pada hemoroid biasanya darah keluar setelah selesai buang air besar, terdapat kesulitan buang air besar, darah sering kali hanya menetes, dan dapat dijumpai adanya benjolan yang ikut keluar dari anus.

Diperlukan anamnesa dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan) untuk dapat menegakan sebuah diagnosa. Karena keluhan masih berlanjjut, kami sarankan agar Anda segera memeriksakan diri Anda langsung ke dokter spesialis penyakit dalam untuk diperiksa secara seksama/mencari sumber perdarahan sehingga mendapatkan pengobatan yang sekiranya diperlukan. Jika perdarahan dibiarkan, dapat menyebabkan anemia, kehilangan cairan, sampai penurunan kesadaran.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar