Sukses

Solusi Depresi Berat

05 Jun 2018, 10:29 WIB
Wanita, 17 tahun.

Assalamu'alaikum dok, ini fadhilah fasya mau konsultasi dengan keadaan teman saya yang mengkhawatirkan. Akhir-akhir ini dia suka posting gambar menyeramkan di IG lalu bilang bahwa dia membenci dirinya sendiri..diketahui ayahnya adalah seorang pengangguran dan ibunya adalah PNS mereka sering bertengkar dan melampiaskan amarah mereka ke anaknya yaitu teman saya, katanya dia sering dipukuli oleh org tuanya...baru-baru ini saya ajak obrol tp balesnya singkat sekali kalau ditanya ada masalah apa dia cuman bilang kalau dunia ini memang bukan buat dia...jadi dia merasa tidak pantas untuk dilahirkan tp dia gak bahas secara detail apa masalahnya..terus mau diajak jalan dia bilang mau tapi dia takut menyakiti teman-temanya...dia juga pernah bilang kalau rumahnya itu sudah seperti neraka...kalau saya ajak obrol ttg hobinya dia biasa saja malah bisa bercanda tp kadang saya suka menyinggung kehidupanya...pokoknya kalau saya habis bicara denganya dia suka tiba-tiba aneh lagii posting gambar pisau atau darah terus hal-hal yg menunjukkan bahwa dia sedang bersedih...jadi aku gak berani ngobrol lagi sama diaa...alu harus bagaimana?

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Dari riwayat teman Anda, sepertinya ia mengalami depresi berat, yang ditandai dengan postingan gambar yang menyeramkan (darah dan pisau). Ini menandakan ada keinginan dirinya untuk bunuh diri. Ini merupakan salah satu tanda dari depresi berat.

Tanda lain adalah harga diri yang rendah, merasa tidak berharga dan mengurung diri (tidak mau bertemu dengan orang lain).

Pemicunya pasti masalah dan tekanan dari keluarga. Untuk hal yang seperti ini, kondisi teman Anda tergolong kegawatdaruratan psikiatri, yang perlu segera diatasi. Ia perlu dibawa ke psikiater atau dokter kesehatan jiwa untuk diterapi untuk konseling dan diberikan pengobatan.

Sebisa mungkin, datangilah teman Anda, bisa dengan beberapa teman dekat lainnya dan ajak keluar agar ia sedikit dapat melupakan kondisi di dalam rumahnya dan ajak pula untuk segera menemui psikiater.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar