Sukses

Nyeri Punggung Bawah dan Cara Mengatasinya

05 Jun 2018, 10:18 WIB
Wanita, 22 tahun.

Hallo dokter, maaf mau bertanya saya mengalami sakit nyeri di pinggang sudah sekitar setahun bahkan sekarang rasa nyeri nya sudah sampai di punggung. Sudah saya konsultasikan ke dokter dari mulai dokter umum ke spesialis memang katanya hanya kaku otot pada pinggang tapi belum sembuh juga, dari obat yang diberikan memang mengurangi tetapi hanya sedikit oleh sebab itu tidak saya lanjutkan lagi. Untuk masalah buang air kecil saya tidak ada gangguan wajar memang sebelumnya saya sering menahan air kencing. Nyeri nya tidak pasti kadang nyeri kambuh disaat lagi capek dan lagi santai juga bisa kadang merasa nyeri. Dulu juga sudah disarankan untuk mencoba olahraga. Memang agak mendingan tapi juga tidak total. Sekarang saat saya beraktivitas padat sering kambuh. Tapi untuk melakukan kegiatan lain apapun itu masih bisa, hanya saja anehnya setelah bangun tidur rasa nyerinya pun hilang. Tidak pasti kadang bisa sehari kambuh beberapa kali, bisa juga bahkan seminggu tidak kambuh sama sekali. Dan saya juga sering mengalami sakit di perut karena memang saya mempunyai maag dan bagian perut saya sangat sensitif terhadap makanan yang tidak higienis. Terimakasih. Mohon balasannya.

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Yang Anda alami mungkin berkaitan dengan nyeri punggung bawah.

Nyeri punggung sering muncul tanpa penyebab yang jelas. Berikut adalah kondisi-kondisi yang umumnya dihubungkan dengan nyeri punggung:

  • Otot atau ligamen teregang paksa. Mengangkat benda berat secara berulang atau gerakan tidak biasa yang tiba-tiba dapat 'menari' otot dan ligamen-ligamen tulang punggung. 
  • Bantalan tulang punggung menonjol atau robek.
  • Radang sendi.
  • Lengkungan tulang punggung yang tidak normal, misalnya skoliosis.
  • Osteoporosis.

Gejala yang dialami dapat berupa nyeri otot, nyeri tajam yang menusuk, nyeri yang menjalar ke tungkai bawah hingga kaki, berkurangnya fleksibilitas dan cakupan pergerakan punggung. 

Apakah Anda sudah pernah melakukan pemeriksaan seperti rontgen atau MRI tulang belakang? Jika belum, sebaiknya konsultasikan dengan dokter saraf atau ortopedi dan melakukan pemeriksaan ini. Jika nyeri kambuhan dan mengganggu aktivitas perlu diketahui apa penyebab yang mendasarinya, sehingga bisa didapatkan penanganan terbaik.

Untuk penanganan di rumah, nyeri dapat dikurangi dengan konsumsi obat anti nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Namun harus juga diperhatikan untuk menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu dan memperberat keluhan ini. Beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:

  • Biasakan untuk melakukan pemanasan sebelum bekerja
  • Selalu perhatikan posisi duduk atau berdiri yang benar
  • Saat hendak mengangkat benda berat, jagalah sumbu tubuh dalam posisi tegak, jangan membungkuk yang justru akan menambah beban dan regangan pada tulang belakang
  • Olahraga berenang atau bersepeda bermanfaat untuk mengurangi nyeri dengan mengurangi tekanan pada struktur tulang punggung dan sekitarnya.
  • Hindari olaharaga yang memberikan beban pada tulang belakang seperti lari dan mengangkat beban yang justru akan memperparah nyeri, seperti lari atau angkat beban
  • Tidur dalam posisi lurus, sebaiknya di atas kasur/alas yang keras
  • Coba latihan kekuatan otot punggung/latihan core seperti plank, side plank, bridge.

Sebagian besar nyeri punggung membaik secara perlahan dengan perawatan di rumah, biasanya dalam 2 minggu. Bila tidak, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Pada kasus yang jarang, nyeri punggung dapat merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius. Segera hubungi dokter apabila nyeri punggung yang dialami:

  • Sangat sakit dan tidak membaik dengan istirahat
  • Menjalar ke salah satu atau kedua kaki, utamanya jika menjalar hingga ke bawah lutut
  • Menyebabkan kelemahan, kesemutan, atau sensasi kurang rasa pada salah satu atau kedua kaki
  • Disertai dengan turunnya berat badan yang tidak disengaja
  • Dialami pertama kali pada usia >50 tahun, atau memiliki riwayat kanker, osteoporosis, penggunaan steroid, obat-obatan terlarang maupun alkohol

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar