Sukses

Penyebab Tidur seperti Tertindih

04 Jun 2018, 08:02 WIB
Pria, 19 tahun.

Pagi dok. Akhir2 ini saya sering mengalami seperti tindihan. Sudah dua kali saya mengalami hal tersebut dan saya selalu merasakan ada orang lain di tempat tidur saya. Kejadian yang pertama saya merasakan tangan saya memegang bahu pipi dan rambut. kejadian yang kedua saya merasakan dipeluk dari belakang padahal belakang saya tembok dan merasakan seperti gempa serta ada bisikan yang jelas saya dengar. Saya selalu menganggap bahwa hal tersebut halusinasi saya, apakah ada penjelasan dari medis? Terimakasih.

Terima kasih telah bertanya tentang ketindihan saat tidur melalui fitur Tanya Dokter.

Apa yang Anda alami, secara awam sering disebut sebagai ketindihan saat tidur. Hal ini tidak berhubungan dengan hal gaib dsb, melainkan secara medis disebut sebagai sleep paralysis.

Sleep paralysis terjadi pada fase tidur REM (rapid eye movement), ketika otak sangat aktif dan mimpi bermunculan. Seseorang yang mengalaminya sebenarnya sadar, tapi tidak dapat bergerak maupun berbicara. Biasanya juga disertai rasa tercekik atau sesak napas.

Sebagian lainnya mengalami halusinasi yang terasa nyata, seperti melihat atau mendengar sesuatu. Inilah yang membuat sleep paralysis menjadi sangat menakutkan.

Umumnya, ketika orang menyadari dirinya ‘tertindih’, ia menjadi semakin takut. Ketakutan ini dapat membuat gejala semakin memburuk. Karena itu, tetaplah tenang. Dalam beberapa detik, tubuh Anda dapat kembali bergerak dan berbicara.

Mencegah Sleep Paralysis

Sleep paralysis kerap dipicu oleh pola tidur yang kurang baik. Misalnya: kurang tidur, insomnia, pola tidur yang tidak teratur akibat kerja shift atau jet lag, narkolepsi (tidak dapat mengontrol rasa kantuk), dan tidur dalam posisi telentang.

Selain itu, riwayat keluarga dengan sleep paralysis dan memiliki gangguan depresi atau kecemasan juga berpengaruh.

Seiring berjalannya waktu, sleep paralysis biasanya akan semakin jarang terjadi. Kondisi ini juga dapat dicegah dengan memperbaiki pola tidur dan hidup, seperti:

Tidur cukup setiap hari, yakni sekitar 7-9 jam untuk orang dewasa.

Tidur dan bangun di waktu yang kurang lebih sama setiap harinya.

Ciptakan lingkungan kamar tidur yang nyaman, tenang, dan gelap.

Hindari konsumsi makanan dalam porsi besar sesaat sebelum tidur. Begitu pula dengan merokok, konsumsi alkohol, atau kafein.

Berolahraga yang teratur, tapi jangan melakukannya dalam waktu empat jam sebelum tidur.

Pada banyak kasus, sleep paralysis hanya terjadi sesekali dan tidak akan berulang. Kondisi ini tidak membahayakan dan umumnya bukan tanda dari suatu gangguan kesehatan.

Segera konsultasikan pada dokter jika Anda sering mengalami ‘ketindihan’ saat tidur. Apalagi jika hal ini membuat Anda takut untuk tidur dan akhirnya kurang tidur. Begitu pula jika Anda memiliki gejala narkolepsi. Semoga membantu!

Demikian penjelasan tentang sleep paralysis. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar