Sukses

Apakah Penderita Anemia Boleh Mengkonsumsi Coklat dan Susu?
01 Jun 2018, 20:59 WIB
Wanita, 18 tahun.

Shallom dok. Selamat malam. Izin bertanya, saya adalah seorang penderita anemia. Saya suka coklat dan susu dok. Bolehkah saya mengkonsumsi itu? Kapan saya bisa mengkonsumsi itu?apakah ada jam khusus mengkonsumsi nya?atau memang tidak bisa mengkonsumsi? Terimakasih dok. Selamat malam.

Terima kasih atas pertanyaan Anda,

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Anemia adalah kurangnya kadar hemoglobin dalam darah Anda. Anemia dapat disebabkan salah satunya oleh karena kekurangan zat besi dan vitamin B-12. Sumber zat besi dan vitamin B-12 yang paling utama adalah dari makanan. Untuk mencegah terjadinya anemia tersebut maka kita perlu mengkonsumsi makanan yang bervariasi dengan kadar gizi seimbang. Namun perlu juga dicari penyebab anemia.

Berikut ini adalah beberapa langkah praktis untuk menjaga agar makanan yang kita konsumsi tidak menyebabkan kita kurang darah;

Makan makanan tinggi zat besi, yaitu:

  • Hati
  • Kacang-kacangan
  • Tiram
  • Tahu
  • Sayuran hijau, seperti bayam
  • Daging merah tanpa lemak
  • Ikan
  • Buah kering seperti kismis

Makan dan minum makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, yaitu:

  • Jus jeruk
  • Stroberi
  • Brokoli
  • Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C
  • Jangan minum kopi atau teh saat makan. Minuman ini mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti:

  • Hati sapi dan tiram
  • Ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12
  • Beberapa produk sereal, ragi, dan produk makanan lain yang mengandung vitamin B12.

Jika anda menyukai coklat dan susu, anda boleh mengonsumsinya, tidak ada aturan kapan anda harus mengonsumsinya, namun tetap tidak boleh berlebihan. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan secara bervariasi. Makanan yang beragam dan seimbang gizinya akan mencegah terjadinya kurang darah. Diet yang terlalu ketat merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia. Ibu hamil dan wanita pada umumnya harus lebih berhati-hati, terutama pada saat menstruasi karena lebih rentan terkena anemia. Pemeriksaan kesehatan berkala untuk mengetahui terjadinya kurang darah sebaiknya dilakukan setiap 5 tahun sekali sejak masa remaja.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Terima kasih. 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar