Sukses

Sel Telur Kecil

31 May 2018, 12:27 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok,,saya sdh nikah 3 tahun belm di karuniai buah hati. Udah bbrp kalai ganti dokter tiap dokter beda-beda diagnosanya, yg lainnya mngatakan hal yg sama klau sy dan suami sy normal...kalau dokter yg satunya mngatakan sel telur sy keduanya kecil..sy ssh minum obt blesifen dan santa e,,tp smpe skrg msh blm membuahkan hasil,,apa dokter punya resep obat lain?

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah ada gangguan tertentu yang Anda alami, misalkan PCOS (Policystic Ovarian Syndrome)? Biasanya wanita dengan PCOS memiliki ukuran sel telur yang kecil. Ukuran sel telur yang matang (siap untuk dibuahi) adalah 18 - 25 mm. Perkembangan folikel (sel telur) sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Jika terdapat gangguan dalam proses sintesis hormon ini, maka dapat menyebabkan gangguan perkembangan folikel. Dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan insulin karena PCOS dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Proses ovulasi dipengaruhi oleh pengeluaran hormon estrogen dan progesteron yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis dan hipothalamus di otak. GnRH merangsang kelenjar hipofisis memroduksi hormon FSH-LH, kemudian FSH dan LH merangsang indung telur (ovarium) untuk memroduksi hormon estrogen dan progesteron. Jika jalur tersebut berjalan baik maka dapat terjadi proses ovulasi atau telur siap untuk dibuahi.

Prolaktin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. Kadar prolaktin tinggi akan menghasilkan reaksi umpan balik negatif dan membatasi produksi hormon GnRH dan FSH yang berperan dalam proses ovulasi. Kedua hormon ini juga bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sel telur. Bila kadar prolaktin dalam badan tinggi, ovulasi tidak akan terjadi dan menyebabkan susah hamil.

Ada beberapa jenis obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi masalah gangguan ovulasi, namun obat ini harus diresepkan dan berada di bawah pengawasan dokter. Maka dari itu, kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk diagnosis dan terapi lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar