Sukses

BAB Anak Usia 4 Tahun Selalu Keras

27 May 2018, 21:23 WIB
Pria, 24 tahun.

dok saya mau tanya saya punya anak umur 4 tahun tapi tiap BAB selalu keras dok. sekalinya BAB itu harus minum obat dulu, gtapi setelah minum obat ga langsung keluar dok harus nunggu beberpa jam atau beberapa hari dok. bagaimana ya dok solusinya, bantu saya dok. terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar konstipasi pada anak menggunakan fitur Tanya Dokter

Buang air besar (BAB) keras pada anak merupakan suatu kondisi yang terbilang sangat sering terjadi. Buang air besar keras pada anak bisa disebabkan karena anak tersebut kurang mengonsumsi air.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicerna karena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar anak Anda tidak kurang minum.

Selain itu kesalahan pemberian makanan pada anak juga mempengaruhi BAB anak menjadi keras. Jika BAB anak keras lakukan hal berikut: 

Berilkan air minum 2-3 kali lebih banyak dari sebelumnya kepada anak yang mengalami kondisi buang air besar keras. Saat anak mengonsumsi air lebih banyak dari sebelumnya, maka usus anak tersebut akan ikut menarik air yang akan membuat buang air besar anak Anda menjadi tidak keras lagi.

Berikan asupan makanan yang mengandung serat kepada Anak, misalnya buah-buahan dan sayuran.Terdapat dua jenis serat yang berbeda, yakni serat larut dan serat tidak larut. Kedua jenis serat tersebut memegang peranan yang penting untuk menjaga fungsi usus tetap normal. Serat larut berfungsi untuk menyerap serta mengikat racun dan kolesterol sehingga racun dan kolesterol tersebut dapat dikeluarkan. Selain itu, serat larut juga dapat membuat tinja menjadi lunak karena menyerap air. Sedangkan, serat tidak larut bertindak seperti sapu, membantu untuk menyapu hal-hal yang buruk di usus.Namun, Anda tidak disarankan untuk memberikan suplemen serat pada anak Anda. Pasalnya, sumber terbaik serat larut dan tidak larut ini adalah buah-buahan dan sayuran.

Tambahkan makanan yang mengandung omega-3 pada menu asupan yang Anda berikan kepada anak Anda. Omega-3 akan berperan sebagai “pelumas” usus sehingga usus anak Anda dapat melakukan tugasnya dengan lebih mudah. Anda bisa menemukan omega-3 dari minyak ikan.

Kurangi untuk mengonsumsi makanan yang dibekukan atau jenis makanan instan. Makanan yang dibekukan dan makanan instan merupakan jenis makanan olahan yang rendah serat dan nutrisi, tetapi tinggi lemak. Makanan olahan tersebut termasuk asupan yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus dan lambung, karena usus membutuhkan energi ekstra untuk dapat mengolah makanan tersebut secara sempurna. Dalam frekuensi yang sering, hal ini dapat menyebabkan buang air besar keras pada anak.

Penggunaan obat pelancar BAB sebaiknya dikonsulkan dulu dengan memeriksakan langsung kondisi anak ke dokter.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika BAB keras disertai penurunan frekuensi BAB pada anak Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti anak menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada anak Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak. Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar