Sukses

Operasi Kista Ovarium

24 May 2018, 20:14 WIB
Pria, 24 tahun.

dok saya mau tanya soal penyakit kista disebelah kiri sebesar 5 cm setelah di usg dokter suruh operasi gmec biasa dan gmec komplikasi apa bedanya? dan apa memang harus di operasi secepatnya apa nunggu 6 bulan di usg lgi trus kalaumasih ada memang harus di operasi dok ? dan efek apakah ada efek dari operasi itu dok ?

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda

Izinkan kami menjelaskan tentang kista ovarium. Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada kista berukuran > 6cm dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi. Selain itu, tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila timbul keluhan nyeri. Cara lainnya adalah dengan menggunakan pil kontrasepsi untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kista baru. Jika ukuran kista istri Anda 7 cm sebaiknya diobservasi terlebih dahulu dan dilihat apakah ukuran tetap selama 2-3 menstruasi, diskusi kan kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan istri Anda. Umumnya kista sederhana berukuran < 5 cm dapat mengecil secara spontan selama kehamilan, sedangkan kista >7 dan kista campuran memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Metode pengangkatan kista dapat dilakukan dengan metode konvensional dengan bedah terbuka dan laparoskopi. Metode bedah terbuka dilakukan dengan membuat sayatan besar di perut untuk mengambil kista dan membutuhkan anestesi umum. Perawatan pasca operasi tentunya lebih lama dan menimbulkan rasa nyeri yang lebih besar. Metode laparoskopi dilakukan dengan membuat 2 sampai 3 sayatan kecil berdiameter 5-10 mm untuk memasukan kamera yang dihubungkan ke layar, serta alat-alat operasi lainnya, kelebihan dari metode ini adalah nyeri pasca operasi yang lebih ringan, penyembuhan luka lebih cepat, perdarahan lebih sedikit, lama rawat pasca operasi juga lebih singkat, serta dari segi kosmetik tentunya lebih baik karena bekas luka operasi yang sangat kecil. Namun tidak semua kista ovarium dapat dioperasi dengan metode laparoskopi tergantung dari besar kista dan letaknya.

Kami sarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan anda untuk menentukan metode operasi yang tepat bagi anda.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar