Sukses

Mudah Marah

24 May 2018, 12:35 WIB
Wanita, 27 tahun.

Sy ingin bertanya kepada dokter psikiater , sy memiliki suami dan satu anak usia 1th, suami sy dibuang oleh org tua nya dan mulai kecil diperlakukan seperti budak, seperti nya itu menimbulkan trauma, tempramen nya tdk stabil yg mengusik sy, kekesalan hati nya sering di lampiaskan ke bayi kami, sy melihat yg dia lakukan ke anak kami membuat sy berpikir dia butuh dokter jiwa, kalau anak sy jam 8 malam belum mau tidur krn baru bangun tidur sore jam 6 kemudian anak sy sibuk main sambil ngoceh ala anak belajar bicara, dia marah mendengar ocehan anaknya, kepala anak sy di jendul2, dia banting2 semua mainan di dpn anak sy, dia pernah cerita ada rasa marah yg ga bisa dia ungkap kan tp belakangan ini kok jd ke anak sy yg tdk tau apa2, dok bagaimana pengobatan untuk suami sy? Sy ingin dia sembuh.. Terimakasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Mudah Marah melalui fitur Tanya Dokter.

Kami turut bersimpati atas kondisi yang Anda sekeluarga alami. Marah adalah salah satu bentuk emosi manusia  yang sepenuhnya bersifat normal dan sehat. Setiap individu pasti pernah marah dengan berbagai alasan.  Meski merupakan suatu hal yang wajar dan sehat, namun jika tidak dikendalikan dengan tepat dan bersifat destruktif maka amarah akan berpotensi besar untuk menimbulkan masalah baru, seperti masalah di tempat kerja, di keluarga, atau pun hubungan interpersonal.

Faktor penyebab mengapa seseorang menjadi marah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: external dan internal. Faktor external adalah hal-hal yang datang dari luar diri sang individu. Contoh: anda marah karena terjebak macet. Di samping hal-hal external tersebut, kemarahan juga dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang ada di dalam diri anda. Dengan kata lain  ada unfinished business yang bisa memicu anda untuk marah. Contoh: ketakutan atau kekuatiran terhadap suatu hal tertentu, ketidakmampuan dalam berinteraksi.

Individu yang mudah sekali menjadi marah biasanya adalah mereka yang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap suatu tekanan atau hal-hal yang menyebabkan rasa frustrasi. Individu seperti ini menganggap bahwa mereka tidak selayaknya menerima kondisi yang tidak menyenangkan.  Mereka sangat sulit mengambil hikmah dari situasi yang tidak menyenangkan dan menjadi marah ketika situasi "tidak berpihak" mereka  seperti ketika sedang dikritik atau ditegur karena melakukan suatu kesalahan.

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam menyalurkan dan mengendalikan amarah adalah :

Mengekspresikan Kemarahan secara tidak agresif : relaksasi, humor, mengubah cara pandang, selesaikan masalah secara tuntas, melatih cara berkomunikasi, mengubah lingkungan, dan melakukan konseling apabila dengan cara-cara di atas tidak berhasilMenahan Amarah dan Mengalihkannya : berhenti memikirkan amarah dan mencoba memfokuskan diri pada sesuatu hal yang positif. Tujuannya adalah agar dapat mengurangi rasa marah yang sedang meluap dan mengubahnya menjadi tindakan yang konstruktifMenenangkan Diri : menarik nafas dalam-dalam dan mencoba meredakan emosi. Dalam hal ini ketika amarah datang maka anda segera mengambil jarak dari sumber penyebab kemarahan dan mencoba untuk mengendalikan emosi yang sedang bergejolak di dalam diri anda sendiriIntinya adalah pengendalian diri suami Anda dan niatannya untuk berubah. Tentu saja didukung oleh anda dan keluarga lainnya. Apabila kondisi ini semakin mengganggu maka sebaiknya konsultasikan ke psikiater atau psikolog untuk membantu mengandalikan amarah suami Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Mudah Marah. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar