Sukses

Kelainan Aritmia Jantung

21 May 2018, 22:08 WIB
Pria, 45 tahun.

Saya pernah baca artikel dalam suatu jurnal bahwa terdapat penyakit aritmia jantung yang terdiri dari PVC, R-on-T, Bigeminy, Trigeminy, Interpolated PVC, dan ATB. Apakah diagnostik aritmia tersebut berdasar interval waktu antar detak jantung (sinyal R to R pada EKG)? Terima Kasih atas jawabannya.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Supraventikular Takikardia (SVT) merupakan gangguan irama jantung dimana detak jantung menjadi lebih cepat ( detak jantung di atas 100x/menit) yang disebabkan oleh gangguan listrik jantung yang mengontrol detak jantung yang terletak di daerah di atas ventrikel (bilik) jantung.

SVT dapat dipicu oleh olahraga, konsumsi alkohol atau kafein dalam jumlah berlebih, merokok, demam tinggi dan stres. Bagi sebagian besar orang yang mengalami SVT, jantung masih dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan normal.

SVT dapat ditemukan pada anak-anak maupun remaja yang sehat dan dapat pula ditemukan pada beberapa orang yang memiliki penyakit jantung yang mendasari. Sebagian besar orang tersebut dapat menjalani hidup dengan normal tanpa hambatan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan SVT ;

Sindroma Wolf-Parkinson White (WPW)Obat-obatan seperti digoxin dan teofilin (bronkodilator) yang terdapat dalam jumlah banyak di dalam darahPenaykit paru obstruktif kronis (PPOK),  gagal jantung, pneumonia, sindroma metabolikOperasi jantung seperti operasi penyakit jantung bawaanSaat terjadi SVT, sistem listrik jantung tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan jantung berdetak sangat cepat. Irama jantung dapat berkisar mulai dari 100x/menit dan dapat mencapai 300x/menit. SVT dapat terjadi tiba-tiba dan selesai dengan cepat, dan penderita bisa tidak menunjukkan gejala. SVT menjadi masalah ketika sering terjadi, dalam jangka waktu lama atau menimbulkan gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain:

Berdebar-debarPusing atau "kepala terasa ringan"Nyeri dadaSesak NapasPingsanSebagian besar episode SVT tidak berbahaya, tidak berlangsung lama dan dapat kembali ke kondisi normal tanpa pengobatan. Namun, tersedia pengobatan untuk mengatasi dan mencegah episode SVT berikutnya. Pengobatan yang dapat dilakukan seperti valsava manuver, suntikan obat dan kejut jantung (kardioversi). Untuk mencegahnya dapat dilakukan prosedur ablasi (menghancurkan daerah di jantung yang menyebabkan masalah).

Meskipun SVT jarang membahayakan, namun Anda harus segera menghubungi dokter spesialis jantung yang menangani Anda bila Anda mengalami gejala-gejala yang disebut di atas. Tes elektrokardiogram (EKG) dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar