Sukses

Penyebab Sesak Nafas

21 May 2018, 22:28 WIB
Pria, 20 tahun.

Selamat pagi dok ,sya sudah 4 tahun mengdiap sesak nafas dan nafas sya makin hari makin pendek sya berputus asa dok karna sya sudah berobat kesana kemari namun tak kunjung sembuh ,setiap dokter mendiagnosis sya berbeda beda ada yg bilang tbc ,maag ,asma ,bronhitis namun gejala yg sya rasakan tidak menunjukan gejala dari keempat penyakit tersebut ,kemarin sya d usg dan hasilnya hati sya bengkak banget katanya tpi perut sya tidak buncit dok seperti kebanyakan orang ,dlu sya sering mengkonsumsi alkohol obat"an dll yg sya rasakan sekarang nafas pendek, sulit untuk bernafas ,pusing, mata kuning, mudah cape ,tekanan d perut sering demam" tiba d barengi mual muntah dan pusing yg hebat dan susah untuk pulih kembali pertanyaan nya dari gejala yg sya rasakan apakah sya mengidap sirosis atau fatty liver atau penyakit lainnya dok mohon jawabannya dok terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda tentang keluhan sesak menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawayiran Anda. Dari Cerita yang Anda berikan yaitu hati mengalami pembengkakan dan ada riwayat konsumsi alkohol, bisa jadi Anda mengalami gangguan hati. Namun, untuk memastikan diagnosis ini, kami anjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam terdekat. Sakit liver merupakan istilah awam yang menyatakan terdapatnya gangguan di hati. Gangguan di hati dapat berupa berbagai jenis penyakit seperti hepatitis (infeksi), hepatoma (kanker hati), gangguan hati karena kolesterol, gangguan hati karena alkohol, sirosis (pengerasan hati), dan banyak lagi. 

Yang paling banyak diderita saat ini adalah hepatitis. Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan karena virus Hepatitis. Virus Hepatitis yang paling banyak menyerang manusia adalah virus Hepatitis A, virus Hepatitis B, dan virus Hepatitis C. Gejala pun dapat bermacam-macam tergantung jenis gangguan hati yang dialami. Gejala hepatitis pada umumnya adalah:

Perut begahMata kuningMual/muntahbadan lemas/cepat lelahnyeri di daerah ulu hatiPerubahan pada buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK)Jenis pengobatan yang akan dilakukan tergantung kepada jenis gangguan hati yang diderita. 

Salah satu cara untuk melihat fungsi hati adalah dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT. SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan. 

SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan baik kerusakan fungsi hati secara akut maupun kronis.  Lebih lanjut kami akan mencoba menjelaskannya satu persatu: 

 SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase): merupakan  suatu enzim yang terdapat di dalam sel hati. Ketika sel hati mengalami kerusakan, akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke sirkulasi darah dan akan terukur melalui pemeriksaan laboratorium.SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) : seperti halnya SGPT, SGOT merupakan enzim hati yang terdapat di dalam sel parenkim hati. SGOT akan meningkat kadanya di dalam darah jika terdapat kerusakan sel hati. Namun SGOT tidak spesifik hanya terdapat di dalam hati. SGOT juga dapat ditemukan di sel darah, sel jantung dan sel otot, karena itu peningkatan SGOT tidak selalu menunjukkan adanya kelainan di sel hati.Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L, sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L (terdapat sedikit variasi dari nilai normal dan sangat tergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan). Peningkatan enzim ini tidaklah mutlak pasti Anda menderita hepatitis atau radang hati. Beberapa kemungkinan lain adalah peradangan saluran empedu atau perlemakan hati. Umumnya apabila Anda menderita hepatitis (dua jenis hepatitis yang paling umum di Indonesia adalah hepatitis A, hepatitis B), ada gejala berupa demam, kuning, mual/muntah. Selain itu, peningkatan enzim hati bisa sampai puluhan kali lipat batas normal.

Kami lampirkan beberapa artikel terkait kesehatan hati untuk Anda baca:

Hepatitis MengintaiHiu Sembuhkan Hepatitis CPenderita Hepatitis B di Indonesia Tertinggi di DuniaCegah Hepatitis B Kronik Sejak Bayi Kami menyarankan Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut mengenai fungsi hati Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar