Sukses

Perut Kencang dan Sembelit Saat Hamil

21 May 2018, 16:42 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat malam dok, Saya hamil bulan ke tiga..pada bulan kedua smpai ketiga perut saya sering sakit dan kencang,saya juga sering sembelit.kenapa ya dok,apa aman?

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda pada saat ini. Kehamilan memang sering disertai masalah pencernaan seperti konstipasi/sembelit (hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.), heart burn (sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada atau tenggorokan atau keduanya), kembung, bersendawa, dan buang gas. Hal ini berkaitan dengan peningkatan hormon progesterone yang merelaksasikan otot polos di seluruh tubuh, termasuk saluran cerna. Ini mengakibatkan makanan akan melewati usus dengan lambat. Selain itu saat ukuran rahim semakin besar, rahim menekan rektum (bagian usus paling bawah tempat sisa makanan dikumpulkan). Beberapa penelitian mengatakan, asupan zat besi dalam jumlah yang banyak dapat memperburuk sembelit.

Sembelit atau konstipasi memang sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi tidak semua ibu hamil akan mengalami sembelit. Beberapa penelitian menyebutkan setengah dari populasi ibu yang hamil mengalami sembelit, tetapi ada juga yang tidak mengalami keluhan ini. Selama tidak ada keluhan lain yang berarti dan pada pemeriksaan kehamilan tidak didapatkan kelainan apapun, Anda tidak perlu khawatir. Perhatikan asupan cairan Anda, pastikan Anda selalu minum air putih dalam jumlah cukup dan perbanyak makanan berserat seperti sayur dan buah. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang. Jangan lupa selalu lakukan pemantauan rutin terhadap janin dan kehamilan Anda. 

Apabila terjadi keadaan perut yang kencang dan keras yang hilang timbul merupakan kontraksi "palsu". Kontraksi "palsu" ini disebut kontraksi Braxton-Hicks. Otot rahim mengencang selama 30-60 detik, dapat mencapai 2 menit namun jarang. Kontraksi yang dirasakan tidak teratur, dengan intensitas yang tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan tetapi bukan nyeri.

Terdapat beberapa spekulasi mengenai akibat kontraksi Braxton-Hicks, diantaranya adalah menimbulkan kontraksi rahim dan meningkatkan aliran darah ke ari-ari. Kontraksi ini tidak menyebabkan pelebaran diameter leher rahim, tetapi dapat melunakkannya.

Terdapat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya kontraksi Braxton-Hicks, antara lain adalah saat Anda ataupun bayi Anda sedang aktif, bila seseorang menyentuh perut Anda, saat kandung kemih penuh, setelah hubungan seksual, dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Aktifitas Anda yang berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebab keluhan yang Anda rasakan. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar