Sukses

Selaput Dara Pasti Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Intim?

19 May 2018, 14:56 WIB
Wanita, 29 tahun.

Dok, saya baru menikah, ketika melakukan hubungan intim, vagina saya mengeluarkan darah sperti pecah selaput darah, saya menyadari itu setelah selesai berhubungan. Pdhl saya sebelum menikah pernah brhubungan intim kira2 8th yg lalu. Yg ingin saya tanyakan, mengapa vagina yg sudah pecah selaput darahnya, bisa rapat kembali? Dan mengapa bisa terdapat darah saat brhubungan. Terima kasih.

Terima kasih telah bertanya seputar selaput dara yang robek melalui fitur Tanya Dokter.

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah: 1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya selaput dara (himen) perempuan, dan 2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Himen (selaput dara) merupakan lapisan tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya berlubang sehingga darah menstruasi dapat keluar. Jadi memang pada dasarnya selaput dara tidak tertutup rapat.

Selaput dara perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki selaput dara. Selaput dara dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan.

Karena itu, walaupun selaput dara yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun selaput dara yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan.

Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun selaput daranya masih utuh, seperti yang Anda sampaikan. Hal ini terjadi karena selaput dara wanita tersebut sangat elastis. 

Perdarahan akibat robekan selaput dara hanya berlangsung beberapa saat dan tidak akan lebih dari beberapa jam.

Umumnya hal ini tidak memerlukan konsultasi dokter lebih lanjut. Namun, bila perdarahan sering terjadi atau selalu terjadi setiap setelah berhubungan intim, dapat merupakan tanda dari kondisi-kondisi berikut:

  1. Infeksi, seperti penyakit radang panggul atau infeksi menular seksual seperti klamidia
  2. Vagina yang kering (vaginitis atrofik) disebabkan karena kurangnya pelumas (utamanya setelah menopause)
  3. Kerusakan pada vagina, seperti robekan jalan lahir
  4. Polip serviks (leher rahim) atau polip endometrium (rahim) yang bersifat jinak
  5. Ektropion serviks (erosi/luka lecet), di mana terdapat area yang meradang pada serviks
  6. Pada kasus yang jarang dapat merupakan tanda kanker serviks atau vagina

Bila perdarahan vagina hanya terjadi sesekali setelah berhubungan intim, kemungkinan tidak ada yang perlu dicemaskan. Namun, jika terjadi setiap kali berhubungan intim, kami sarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda agar dievaluasi penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai robekan selaput dara. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar