Sukses

Penanganan Anak Diare
18 Mei 2018, 18:11 WIB
Pria, 2 tahun.

Siang dok. Anak saya (Perempuan Usia 1.8thn BB 8,9Kg Tinggi 76cm), pada 13 April 2018 divonis terkena diare (BAB 6-8x sehari disertai demam). Sampai saat ini 18 Mei 2018 sudah 3x ke dokter(1x umum, 2x spesialis anak) namun intensitas BAB berkurang hanya ketika mengkonsumsi obat saja (menjadi 1-2x sehari tekstur feses lembek normal warna kuning). Kondisi saat ini anak saya sudah tidak demam dan sudah menghabiskan obat dari dokter, namun intensitas BAB kembali bertambah 5-6x sehari (kadang feses berwarna hijau terang, kadang gelap). Obat terakhir yg dikonsumsi : Sirup Kering Dionicol Thiamphenicol (dosis 3x1 @5ml) dan Protexin (dosis 2sachetx1 @1gr). Kondisi anak tidak rewel lincah seperti biasa, hanya suka (maaf) kentut disertai sedikit feses yg keluar. Setelah itu tidak lama dia BAB

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah bertanya tentang penanganan anak diare melalui fitur Tanya Dokter.

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Biasanya dengan adanya lendir itu sudah ada infeksi dari parasit (disentri). Dari cerita Anda sepertinya diare anak Anda sudah membaik.

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Obat lain yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak menurut WHO adalah zink. Dosis zink disesuaikan dengan usia.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar