Sukses

Perdarahan Vagina Tidak Teratur
18 Mei 2018, 17:18 WIB
Pria, 24 tahun.

Siang dok, saya perempuan, 24 tahun, belum menikah maupun berhubungan seks. Sudah sejak 1 tahun lalu saya sering mengalami keluarnya cairan bening bercampur darah dari vagina. Lama kelamaan tambah banyak darah yang keluar, tapi tidak pernah sampai netes. Tapi terkadang selama 1 bulan darahnya sama sekali tidak ada, lalu bulan selanjutnya ada lagi. Januari 2018 Saya sudah periksa ke dokter di salah satu rumah sakit besar di jakarta. Waktu itu saya di USG luar dan menurut pemeriksaannya, tidak ada apa-apa, hanya ada kista 4 cm. Tapi, berdasarkan pemeriksaan, katanya dinding rahim saya sangat tebal. Lalu kata dokter tersebut dia akan memeriksa hasil pemeriksaan itu lebih lanjut, jika diperlukan nanti saya dipanggil lagi. Ia memberi saya obat keputihan. Setelah itu, selama bulan februari dan maret darah sama sekali tidak keluar, keputihan pun sedikit. tapi sejak april sampai saat ini, cairan bening bercampur darahnya kembali keluar dan banyaknya pun sama seperti sebelumnya. Hingga saat ini saya belum ditelfon lagi untuk pemeriksaan lanjut jika diperlukan. Menurut dokter apa penyebab ini dok? Apa yg hrs saya lakukan?

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang perdarahan vagina yang tidak teratur menggunakan layanan Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan menjelaskan mengenai PUD atau Perdarahan Uterus Disfungsional. PUD (Perdarahan Uterus Disfungsional) atau Perdarahan rahim disfungsional merupakan perdarahan rahim abnormal tanpa penyebab organik (gangguan organ). Sebelumnya kita harus menyingkirkan kemungkinan kehamilan, tumor, infeksi, koagulopati, dan penyakit radang panggul atau penyakit lainnya. Perdarahan rahim abnormal diantaranya adalah :

Amenorea : kondisi lebih dari 6 bulan tanpa menstruasi pada wanita non-menopause

Hipermenorea : > 7 hari perdarahan menstruasi

Menometroragia : menstruasi yang banyak dan memanjang pada siklus yang biasa

Menoragia : perdarahan yang terjadi > 80ml pada siklus biasa

Metroragia : perdarahan iregular yang terjadi diantara 2 waktumenstruasi

Bercak di tengah siklus (midcycle spotting) : bercak yang terjadi sesaat sebelum ovulasi, yang biasanya disebabkan oleh penurunan estrogen

Oligomenorea : siklus menstruasi > 35 hari, biasanya disebabkan oleh memanjangnya fase folikular

Polimenorea : siklus menstruasi <>

Perdarahan pasca sanggama : dapat terjadi karena luka di permukaan

Perdarahan postmenopause : perdarahan yang terjadi pada wanita menopuse > 1 tahun setelah siklus terakhir

PUD biasanya muncul 5-10 tahun sebelum menopause atau setelah menarche (menstruasi pertama kali). Perdarahan rahim disfungsional terjadi pada 5% wanita dengan siklus menstruasi, dimana 80% kasusnya merupakan menoragia yang paling banyak disebabkan oleh anemia karena kekurangan zat besi.

Penyebab dari PUD adalah gangguan interaksi antara hipotalamus, hipofisis anterior, ovarium (indung telur), dan lapisan endometrium di rahim menciptakan sebuah siklus menstruasi. Disfungsi atau gangguan di dalam salah satu sistem ini dapat menyebabkan anovulasi (tidak terdapatnya sel telur) atau perdarahan abnormal. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari, dengan rata-rata 40ml/hari dan perdarahan terbanyak berlangsung pada 2 hari pertama.

Perdarahan rahim abnormal umumnya disebabkan oleh hormon eksogen (dari luar), sedangkan perdarahan rahim disfungsional disebabkan oleh gangguan hormonal endogen (dari dalam). Kelainan hormonal adalah penyebab terserig perdarahan rahim disfungsional.

Perdarahan rahim abnormal yang terjadi bermacam-macam, seperti yang disebutkan di atas. Sebaiknya seorang wanita menyebutkan karakteristik dari perdarahan yang terjadi pada petugas kesehatan. Dimulai dari waktu terjadinya, untuk menentukan apakah ini perdarahan menstruasi atau di luar siklus mentruasi; jumlahnya, yang dapat digambarkan dari bekuan darah yang terjadi (menandakan jumlah perdarahan yang banyak), frekuensi penggunaan pembalut dalam sehari, bercak pada pakaian dalam, dan tanda-tanda anemia.

Pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter dapat berupa pemeriksaan panggul dan kemaluan menggunakan alat yang disebut spekulum yang digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya trauma atau benda asing. Pemeriksaan pap smear dan perut-panggul juga perlu dilakukan

Tujuan terapi PUD adalah mengontrol perdarahan, mencegah perdarahan berulang, mencegah komplikasi, mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh, dan menjaga kesuburan. Tatalaksana awal dari perdarahan akut adalah pemulihan kondisi hemodinamik dari ibu. Pemberian estrogen dosis tinggi adalah tatalaksana yang sering dilakukan. Regimen estrogen tersebut efektif di dalam menghentikan episode perdarahan. Bagaimanapun juga penyebab perdarahan harus dicari dan dihentikan. Apabila pasien memiliki kontraindikasi untuk terapi estrogen, maka penggunaan progesteron dianjurkan.

Untuk perdarahan disfungsional yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan , dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi. Terapi operasi dapat disarankan untuk kasus yang resisten terhadap terapi obat-obatan.

Pasien disarankan untuk menjaga kondisi kesehatan mereka, mengurangi merokok, kokain, amfetamin, sehingga dapat meminimalisasi risiko untuk perdarahan abnormal dan kanker. 

Mengenai keluhan Anda mengenai apakah dapat memiliki anak? Pada wanita dengan PUD berarti perdarahan diakibatkan bukan karena kelainan organ. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan pada wanita dengan PUD untuk memiliki keturunan.

Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk tatalaksana lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar