Sukses

Sperma Suami Encer, Apa Bisa Hamil?
18 Mei 2018, 07:48 WIB
Wanita, 28 tahun.

selamat pagi dok saya mau tanya,saya blm dikaruniai anak,dan saya sempat konsultasi ternyata suami saya spermanya encer dan klw berhubungan sperma suami saya kluar lg..apakah saya bs hamil dok??

Terima kasih telah bertanya seputar sperma encer dan kehamilan menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

Potensi sperma membuahi sel telur yang mengakibatkan terjadinya kehamilan tidak dapat ditentukan dari konsistensi mani.Kekentalan atau viskositas cairan semen dapat diketahui secara pasti dengan pemeriksaan analisis semen (air mani). Analisis semen tersebut sebetulnya ditujukan untuk menilai kualitas serta kuantitas sperma pada kasus infertilitas (ketidaksuburan) pria.  Selain usia, kualitas sperma juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pada pria seperti makanan dengan gizi kurang adekuat, stress, obesitas, obat-obat,merokok, pestisida yang terdapat dalam makanan.

Ciri sperma yang baik atau normal (normospermia) yang dapat membuahi sel telur dan menyebabkan kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan analisa sperma dengan ketentuan memiliki jumlah yang normal (N: >20 jt/cc), gerakan normal  (N:>50%), dan bentuk sperma normal (N:>30%).

Jika Anda memerlukan konsultasi lebih lanjut mengenai hal ini, kami sarankan suami Anda mendatangi dokter spesialis Andrologi untuk evaluasi lebih lanjut.

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi Anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari.

Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Disamping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio

Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar