Sukses

Penanganan Stroke
14 May 2018, 09:42 WIB
Wanita, 22 tahun.

Selamat pagi dok , saya ingin bertanya mengenai pasien stroke , kenapa badannya terasa lemas dan semakin lemah ? Sementara saya menyadari bahwa kemampuan berbicara sidah membaik (biasanya bergumam) sudah bisa melakukan aktivitas fisik ringan dll namun badan masih terasa lemas dan lemah bagaimana cara penyembuhannya dan apa penyebabnya dok ???

Terima kasih telah bertanya tentang penanganan stroke menggunakan layanan Tanya Dokter

Sebelum kami menjawab akan saya jelaskan sedikit seputar stroke.

Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik.

 Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90

Penderita kolesterol tinggi

Penderita gula darah (diabetes mellitus)

Perokok

Penderita atrial fibrilation

Obesitas

Tidak pernah berolah raga

Terdapat riwayat stroke pada keluarga

Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Gejala stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Karena itu, orang dengan gejala-gejala stroke,seperti paman Anda, sebaiknya segera dibawa ke dokter secepatnya. Gejala-gejala stroke yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari daerah otak yang terserang, antara lain :

Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran

Penglihatan ganda

Pusing

Bicara tidak jelas (pelo)

Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat

Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh

Pergerakan yang tidak biasa

Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih

Ketidak seimbangan dan terjatuh

Pingsan.

Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

- F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

- A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

- S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

- T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.

Serangan stroke berulang sangat mungkin terjadi. Untuk memastikan diagnosis stroke, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan atau MRI. Dengan diketahui penyebabnya, apakah akibat sumbatan pembuluh darah atau akibat perdarahan, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan dan gejala lainnya dapat dicegah bahkan dipulihkan kembali. Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri setelah menjalani pengobatan yang tepat secepatnya.

Untuk itu penanganan pertama yang dapat Anda lakukan bagi orang yang terkena serangan stroke adalah sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit, karena pertama-tama perlu diketahui dulu jenis stroke nya melalui pemeriksaan CT scan dan MRI, barulah dokter akan menangani sesuai penyebabnya misalnya dengan obat atau tindakan pembedahan.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke dan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Stroke.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar