Sukses

Gangguan Cemas
09 May 2018, 08:48 WIB
Wanita, 22 tahun.

Selamat sore dokter, perkenalkan nama saya novi. Dok, keluhan saya ini sudah hampir 2 bulan mengganggu saya. Awalnya saya kira hanya kelelahan tapi ini tidak kunjun membaik. Bulan februari lalu kaka saya menikah, namun setelah menikah banyak sekali kejadian yang membuat keluarga saya ribut. Pertama karena kaka saya tidak terlalu terbuka masalah keuangan kepada ibu saya. Setelah menikah pun, uang hasil hajatan tidak tau kemana perginya, padahal ibu saya sangat mengharapkan uang tersebut. Hasilnya ibu saya menangis dengan tindakan kaka saya. Awalnya saya selalu membela kaka saya, karena semenjak orang tua saya bercerai, saya tidak begitu dekat lagi dengan ibu atau ayah saya. Saya dekat dengan kaka saya. Namun, setelah pernikahan kaka saya. Saya merasa kecewa dengan kaka saya, karena dia membuat ibu saya menangis dan sampai jatuh sakit. Setelah itu, saya menjadi tidak bisa fokus dengan kuliah saya. Padahal saya sedang melakukan penelitian untuk skripsi saya. 2 bulan terakhir pola makan saya menambah, namun kadang juga saya tidak makan. Paling buruk adalah pola tidur saya. Sering sekali saya bisa tertidur jam 2 pagi. Dan saya pun sering sakit kepala, pening sekali. Saya baca baca artikel, bahwa gejala yg saya rasakan mirip dengan stres. Saya takut gejala ini akan berbahaya dok. Apa yang bisa saya lalukan dengan diri saya dok ? Karena semakin hari saya juga merasakan cemas yang berlebihan, membuat saya menangis daan berdiam diri. Tolong dijawab yah dokter. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang gangguan cemas melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi yang Anda alami. Cemas/kecemasan adalah perasaan gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya, tetapi untuk sebagian orang perasaan ini bisa berlangsung terus menerus. Kecemasan dalam kadar tertentu (sedikit) dapat membantu, misalnya ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada/siaga sehingga performa akan lebih baik. Tetapi kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi.

Kecemasan memiliki gejala psikologis dan fisik. Gejala psikologis termasuk:

  • Hampir selalu merasa khawatir atau gelisah
  • Sulit tertidur sehingga merasa lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi mudah marah
  • Menjadi sangat waspada/siagaMerasa di ujung tanduk/tidak bisa rileks
  • Seringkali membutuhkan penghiburan dari orang lain 
  • Merasa sedih

Ketika Anda cemas, tubuh akan mengeluarkan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menimbulkan gejala fisik kecemasan, seperti peningkatan laju jantung dan berkeringat.

Gejala lain yaitu:

  • Jantung berdebar-debar dan menyentak
  • Bernafas lebih cepat
  • Irama jantung tidak teratur
  • Merasa sakit
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Berkeringat berlebihan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa melayang seperti mau pingsan
  • Sering merasa ingin BAK
  • Rasa seperti ada yang menggelitik di dalam perut
  • Ketegangan otot-otot

Apabila gejala-gejala kecemasan ini sudah dialami dalam jangka waktu yang panjang (>2 bulan), kemungkinan besar Anda mengalami gangguan cemas.

Anda perlu bersabar mengatasi masalah ini karena memang memerlukan waktu yang cukup lama. Jangan mudah putus asa.

Kami menyarankan Anda juga untuk menciptakan suasana pikiran positif dalam diri Anda, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan :

1. Bersyukur

Jangan berfokus pada apa yang tidak Anda miliki. Cobalah untuk mengingat hal-hal baik yang menjadi milik Anda, ingatlah semua hal baik yang pernah terjadi pada Anda. Bersyukur atas hidup dan menghargai apa yang Anda miliki adalah peraturan pertama untuk selalu berpikir positif.

2. Pilih teman-teman yang suportif

Terkadang, pikiran negatif juga bisa menular. Untuk itu, jangan tempatkan diri Anda di tengah para pengeluh. Lebih baik, pilih teman-teman yang selalu memberikan dukungan, bersemangat, dan berpikir positif setiap hari. Cepat atau lambat, Anda akan merasakan energi mereka mempengaruhi semangat Anda.

3. Hilangkan drama

Punya teman yang 'beracun' atau selalu membuat hidup Anda penuh drama? Tinggalkan mereka segera. Berada terus bersama mereka bisa membuat pikiran negatif menempel terus-menerus pada Anda.

4. Ambil tanggung jawab

Ingat, Anda memang tak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi. Namun Anda selalu bisa mengendalikan pikiran, perasaan, dan tindakan Anda sendiri. Jadi, ketika ada hal buruk yang terjadi, katakan pada diri Anda: "Aku bertanggung jawab pada perasaan dan pikiranku, dan aku memutuskan untuk merasa bahagia dan tegar."

5. Ubah 'tidak bisa' menjadi 'bisa'

Ini mungkin membutuhkan latihan, namun jelas bisa berhasil jika Anda tekun menerapkannya. Cobalah untuk mengubah struktur kalimat Anda, yang negatif menjadi positif. Misalkan: "Kenapa pekerjaanku berantakan?" menjadi "Hasil kerjaku kali ini memang tidak memuaskan. Tapi selanjutnya aku pasti bisa lebih baik." Jika terus diterapkan, hal ini bisa mengubah persepsi Anda.

6. Berbuat baik

Berbuat baik pada orang lain bisa membawa dampak besar bagi Anda. Ingat ketika membantu orang lain memberikan rasa bahagia dan puas? Perasaan itu bisa membuat Anda merasa lebih positif.

7. Lihat sisi baiknya

Setiap situasi selalu memiliki dua sisi jika Anda bisa menemukannya. Untuk itu, cobalah cari sisi positif pada setiap situasi. Lebih fokus pada sisi positif sesuatu akan memberikan kekuatan besar pada diri Anda untuk mengubah keadaan.

8. Istirahat

Setiap orang perlu istirahat dan menenangkan diri sesekali. Istirahat bisa saja berarti memelankan langkah ketika berjalan, merenung sejenak tentang apa yang sudah Anda lakukan, serta menyegarkan pikiran dari rasa khawatir dan cemas.

9. Tentukan tujuan

Menjadi kapten bagi diri dan keinginan Anda sendiri adalah suatu keharusan. Jangan mau terombang-ambing oleh pendapat orang lain mengenai diri Anda. Putuskan apa yang ingin Anda lakukan. Tetapkan standar milik Anda sendiri. Mengikuti jalan yang Anda putuskan sendiri akan memberikan rasa percaya diri yang tinggi.

10. Tertawa

Apapun yang terjadi, jangan lupa untuk menyempatkan diri tertawa. Tertawalah pada humor, film lucu, pada lelucon yang dibuat saudara atau anak Anda. Tawa mampu meredakan stres dan mengingatkan diri Anda untuk tidak terlalu serius ketika ada masalah.

Jika dirasa sangat menggagu Anda dapat melakukan konseling dengan psikiater atau psikolog. Tujuannya, agar Anda dapat menceritakan segala sesuatunya secara terbuka dan tanpa ada rasa takut dihakimi dan lain sebagainya. 

Anda tidak perlu merasa takut atau khawatir berkonsultasi dengan ahli jiwa, sebab dokter-dokter tersebut mengerti betul apa yang Anda rasakan dan dapat memberikan saran-saran yang tepat dalam mengatasi kondisi ini. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar gangguan cemas. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar