Sukses

Infark Miokard Akut
09 May 2018, 08:28 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok mau bertanya ada seorang laki2 berusia 51 tahun keluhan sakit pada perutnya 5 hari, berkeringat,lemas, dan sakit kepala. Tinggi badan 10 cm, berat badannya 98 kg dan tekanan darah 140/105 mmHg. Hasil ekg menunjukan terjadi perubahan selama 6 bulan terkahir. Riwayat keluarga ayah meninggal pada usia 62 tahun, karena diabetes mellitus dan AMI. Kemudia melakukan pemeriksaan darah CK : 129 UL CK MB : 35% LDH : 280 U/L AST : 35 U/L apakan itu pasien mendiagnosa penderita AMi juga dok?

 

Terima kasih telah bertanya seputar serangan jantung menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Penyakit jantung koroner (PJK) terutama disebabkan oleh proses aterosklerosis (pembentukan plak dalam pembuluh darah) yang merupakan suatu kelainan degeneratif, meskipun dipengaruhi oleh banyak faktor. Karena kelainan degeneratif, maka dengan usia harapan hidup Indonesia yang makin bertambah, jelas bahwa insidensinya akan semakin meningkat. Selain itu seringnya ia menyebabkan kematian mendadak dan menyerang usia yang amat produktif maka PJK menjadi suatu penyakit yang penting.

Nyeri dada iskemik yang khas (seperti ditekan benda berat dan menjalar ke leher, lengan kanan dan punggung) dapat disebabkan oleh angina pektoris stabil (APS), angina pektoris tidak stabil (APTS) atau IMA (infark miokard akut). Keluhan nyeri dada yang memerlukan perhatian secara serius memiliki karakteristik sebagai berikut :

Nyeri dada yang baru dirasakan (< 1 bulan)Perubahan kualitas nyeri dada, seperti meningkatnya frekuensi atau beratnya nyeri dada, atau nyeri dada yang dirasakan saat istirahatNyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat atau dengan pemberian nitrat sublingualGejala lain yang mungkin menyertai adalah sesak napas, perasaan melayang dan pingsan (sinkop).

Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

Merokok, berapapun jumlahnya

Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi

Hipertensi

Kadar kolesterol HDL yang rendah

Diabetes Mellitus

Usia lanjut

Obesitas (IMT > 25 mg/m2)

Kebiasaan kurang bergerak/aktivitas fisik

Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita)

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti EKG. Setelah pemeriksaan EKG, dilakukan juga pemeriksaan laboratorium enzim jantung, yaitu CK, CK-MB, dan Troponin kardiak (I dan T). Pemeriksaan imaging seperti Echocardiografi dilakukan jika pada pemeriksaan fisik oleh dokter ditemukan kelainan yang mengarah pada gangguan fungsi jantung. 

Pemeriksaan CK atau creatinin kinase tidak spesifik untuk penyakit jantung saja karena enzim ini bisa ditemukan pada seluruh daerah otot, sehingga jika terjadi kerusakan otot dapat menyebabkan peningkatan enzim ini. CK-MB lebih spesifik pada otot jantung. Normalnya nilai CK pada pria berkisar antara 38-175 mikro per liter serum. Sedangkan CK-MB dikatakan meningkat bila lebih dari 3%.

CK-MB akan meningkat dalam 3-6 jam setelah serangan jantung dan puncaknya pada 12-24 jam pasca serangan dan kembali normal setelah 48-72 jam.

Dengan adanya peningkatan tekanan darah, berat badan berlebih dan peningkatan kadar CK-MB dapat mengarah ke serangan jantung. namun hal ini baru perkiraan karena sejatinya dibutuhkan pemeriksaan langsung, terlebih kami tidak melihat klinis pasien secara langsung dan tidak melihat hasil pemeriksaan EKG. Bagaimana dengan pemeriksaan Troponin Anda?

Kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung atau spesialis penyakit dalam yang menangani Anda.

Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar