Sukses

Perawatan Gigi Patah Dengan BPJS
08 May 2018, 08:18 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dok saya habis jatuh dari motor, kemudian gigi saya patah. Apakah bisa saya benahi di rumah sakit menggunakan bpjs kesehatan?

Terimakasih telah bertanya seputar perawatan gigi patah dengan BPJS melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang anda alami. Pada prinsipnya kita harus menjaga gigi selama mungkin di dalam mulut. Oleh karena itu sebisa mungkin gigi anda yang patah harus dipertahankan. Sebelum menjawab pertanyaan anda ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan. Setelah gigi patah apakah gigi anda mengalami nyeri dan ngilu agak lama ketika terkena minuman panas atau dingin?

Jika iya dugaan kami gigi anda patahnya sudah sampai lapisan dentin yang cukup dalam, sehingga kemungkinan atap kamar pulpa jadi terbuka. Kamar pulpa adalah rongga di dalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah, makanya setelah gigi patah terdapat lubang yang mengeluarkan darah. Untuk mengatasi keadaan gigi seperti ini, segeralah periksakan ke dokter gigi agar gigi anda dapat diselamatkan. Yang bisa dilakukan oleh dokter gigi untuk menyelamatkan gigi anda, biasanya dokter gigi akan melakukan perawatan pulp caping. Pulp caping adalah perawatan gigi dengan memberikan lapisan kalsium hidroksida pada dasar lubang, sampai menutupi lubang kebocoran kamar pulpa tersebut. Kemudian ditutup tambalan sementara selama minimal 2 minggu. Tujuan dari pulp caping ini agar lapisan kalsium hidroksida dapat merangsang pertumbuhan lapisan penahan (barrier) yang baru supaya dapat menutup kebocoran kamar pulpa. Dalam waktu 2 minggu diharapkan lapisan barrier sudah terbentuk. Apabila dalam 2 minggu gigi tidak mengalami keluhan, tidak sakit dan tidak bengkak, maka bisa langsung dilakukan tambal permanen. Namun bila gigi tidak segera dilakukan tindakan pulp caping, maka kamar pulpa akan mudah diterobos oleh bakteri yang masuk bersama air ludah dan sisa makanan melalui lubang kecil tersebut. Sehingga kamar pulpa terkontaminasi dengan bakteri dan sisa makanan. Kamar pulpa yang terkontaminasi akan mengalami infeksi, gejalanya adalah sakit pada gigi tersebut.

Namun jika setelah gigi patah terjadi perdarahan banyak, lalu gigi tersebut berubah warna menjadi gelap? Maka dugaan kami gigi anda sudah mengalami kerusakan sampai saraf. Apabila kamar saraf / pulpa telah terbuka maka jalan satu-satunya adalah dengan melakukan perawatan saluran akar. Konsultasikan dengan dokter gigi anda agar didapatkan diagnosa yang benar mengenai gigi anda, supaya dapat segera ditangani.

Sedangkan Program BPJS bertujuan untuk melayani kesehatan masyarakat dengan metode pelayanan yang berjenjang, dan perawatan gigi termasuk dalam program pelayanan kesehatan tersebut. Perawatan gigi ini bisa didapatkan dari dokter gigi klinik yang bekerja sama dengan BPJS atau puskesmas. Beberapa tindakan yang diperlukan oleh pasien dapat dilayani dengan BPJS selama tidak berindikasi estetik dan tentunya berdasarkan rujukan dari dokter umum atau dokter gigi lain yang berada dalam jalur program BPJS.

Pelayanan BPJS yang meliputi perawatan gigi telah di paparkan pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 52 ayat (1) yaitu Administrasi pelayanan terdiri atas biaya pendaftaran pasien dan biaya administrasi lain yang terjadi selama proses perawatan atau pelayanan kesehatan pasien; pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis; premedikasi; kegawatdaruratan oro-dental; pencabutan gigi sulung (topikal, infiltrasi) ; pencabutan gigi permanen tanpa penyulit; obat pasca ekstraksi/pencabutan; tumpatan komposit/GIC; dan skeling gigi. Jadi perawatan pada gigi patah dugaan kami masih dapat dikategorikan kegawatdaruratan dan berdasarkan indikasi medis, kemungkinan masih bisa dirawat menggunakan BPJS. 

Demikian jawaban yang dapat kami berikan mengenai perawatan gigi patah dengan BPJS, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar