Sukses

Mengompol Usia Dewasa

07 Feb 2018, 21:35 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat pagi Dok.... Saya mau tanya, saya wanita berumur 24th, sya sudah 2kali mimpi buang air kecil. Tp saat saya sudah sadar ternyta sya ngompol... Saat saya merasakan kalau saya ngompol saya lngsung bngun, tapi seolah sinyal yg di kirim ke otak saya itu telat dok... Karena saya buang air kecil hanya setengah, setelah saya bangun pun saya masih bisa buang ait kecil di toilet. Itu normal atau gejala penyakit apa ya Dok??

Terimakasih Anda telah bertanya tentang penyebab mengompol pada orang dewasa menggunakan layanan Tanya Dokter

Mengompol atau tidak dapat menahan berkemih dalam dunia kedokteran disebut sebagai inkontinensia urin. Ada beberapa jenis inkontinensia urin. Berdasarkan cerita Anda, sepertinya Anda mengalami stres inkontinensia urin.

Stres inkontinensia urin yaitu keluarnya sedikit air kemih dalam jumlah sedikit atau banyak karena peningkatan tekanan intra-abdomen (perut) misalnya saat batuk, tertawa, bersin, olahraga, hamil. Peningkatan tekanan intraabdomen akan menyebabkan tekanan di kandung kemih juga meningkat. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang memiliki kelemahan pada otot panggul, meskipun dapat pula terjadi pada orang normal.

Ada juga beberapa kondisi yang dapat menyebabkan inkontinensia urin, diantaranya :

gangguan otot kemihgangguan sarafinfeksiberat badan berlebihandiabetes melitustrauma pada perut dan pangguldllKecelakaan atau trauma pada daerah pangul yang Anda alami memang berpotensi besar merusak saraf-saraf yang berfungsi untuk mengatur otot-otot berkemih yang berada di daerah panggul, sehingga jika saraf tersebut mengalami trauma, maka seseorang akan sulit untuk mengontrol ketika ia harus berkemih. Hindarilah minuman yang menyebabkan kencing bertambah banyak seperti teh dan kopi, jaga kebersihan alat kemaluan anda dan jangan biarkan menjadi lembab, dan apabila penyebabnya adalah infeksi maka membutuhkan antibiotika. Untuk memastikan tidak ada penyebab lain yang mendasari keluhan Anda, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah urologi untuk dilakukan beberapa pemeriksaan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar