Sukses

Penanganan Gula Darah Tinggi

04 Feb 2018, 15:16 WIB
Pria, 19 tahun.

Assalamu'alaikum Dok, saya Punya nenek Usia 72 tahun Beliau Punya riwayat penyakit Diabetes kering Dan Pada Akhir Bulan Desember lalu Beliau Mulai lemas Dan Tidak ada tenaga sampai beberapa hari kemudian Beliau di bawah ke rumah Sakit dan Ternyata Gula Darah Nya Naik sekitar 300 dan dirawat dan Setelah selesai Dirawat beliau agak Baikan dan divonis Insulin lalu Beberapa hari kemudian Mulai Drop lagi semakin hari semakin drop dan Gula darahnya Naik terus hingga Sampai Februari ini Beliau Mengalami Koma diabetic hiperglokemia dan komplikasa infeksi paru dan Air kencing , bagaiman Cara Mengobati dan Menangani nya Dok Trims

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kapankah kadar gula darah tersebut diperiksa? Apakah ketika puasa atau setelah makan? Kadar gula darah dapat bervariasi bergantung pada jenis makanan yang terakhir dikonsumsi sebelum tes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan menaikkan kadar gula lebih tinggi. Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) adalah ukuran pengaruh suatu makanan yang mengandung karbohidrat terhadap kenaikan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi menaikkan kadar gula darah lebih banyak dibandingkan makanan dengan GI rendah atau sedang. 

Berikut adalah contoh beberapa makanan dan nilai indeks glikemiknya:

Low GI (GI ≤ 55): Oatmeal, roti gandum, macaroni, Diabetasol, Jeruk, Apel)Medium GI (55 < GI < 70): Kue-kue bolu, bihun, pizza, nanas, manggaHigh GI (GI ≥ 70): Nasi, mie, lemper, perkedel kentang, bakwan, kentang goreng, corn flakes, semangkaUntuk mencegah diabetes, perhatikan 3J (Jumlah, Jadwal, dan Jenis) makanan yang Anda konsumsi, lakukan aktivitas fisik atau olahraga yang teratur.

Sebagai informasi tambahan untuk Anda, diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut 

Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dLHasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasikAnda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dLTes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Selain hasil pemeriksaan di atas, seseorang juga dapat mengidap diabetes bila memiliki faktor risiko berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

Riwayat diabetes di keluargaUmur (risiko meningkat seiring usia bertambah)Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanitaRiwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darahDiet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)Apabila didapati faktor-faktor di atas, maka Anda perlu memberi perhatian ekstra terhadap langkah pencegahan diabetes dan menjaga kadar gula senantiasa normal. Langkah yang Anda lakukan dengan rutin melakukan jogging sudah baik, apabila sudah nyaman Anda dapat meningkatkan frekuensi, intensitas, atau variasi olahraga Anda. Lalu jika didapati keluhan yang merupakan ciri diabetes di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk evaluasi menyeluruh.

Berikut artikel terkait yang dapat menambah informasi Anda:

Kebanyakan Makan, Males Gerak, Awas DiabetesPenyakit Gusi Sebabkan Kenaikan Gula DarahAda Apa Dengan Kolesterol dan Diabetes?Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar