Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Merasa Putus Asa

01 Jan 2018, 22:03 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok saya merasa tidak berguna dan putus asa. Saya tidak tahu kenapa saya hidup. Saya merasa kecewa pada diri sendiri. Begitu kehilangan semangat hidup saya. Saya harus bgmna dok? Oiya dok Saya anak tunggal.

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter 

Kami turut prihatin dengan kondisi Anda. Namun mengapa Anda merasa pesimis dan putus asa? Pertama perlu kami katakan bahwa Anda harus bersemangat dalam hidup ini, cobalah lihat berbagai aspek positif dalam kehidupan Anda. Pasti banyak sekali berkat yang ada dalam kehidupan Anda. Cobalah diskusikan dengan teman dekat jika Anda memiliki masalah tertentu. 

Selain itu, perasaan pesimis dalam hidup dan rasa akan mati merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA 

Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.

Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.

Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.

Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.

Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )

Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari

Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.

Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.

Pikiran akan kematian yang berulang.

Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.

Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat

Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah untuk menceritakan masalah Anda kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. Bantuan atau dukungan teman sangat berarti dalam menghadapi segala masalah yang sedang Anda hadapi.

 Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar