Sukses

Infeksi Mulut Rahim

20 Dec 2017, 07:47 WIB
Wanita, 29 tahun.

Mau tanya dok.. saya divonis ada infeksi di mulut rahim saya dan katanya infeksi saya ini cukup parah karena ada banyak sekali titik infeksinya. Dari artikel2 yang saya baca katanya ini bisa jadi menular. Yg saya mau tanyakan, apa benar penyakit saya ini bisa menular ke suami saya dok? Apa ciri2nya kalau pasangan saya terkena infeksi seperti ini juga? Terima kasih sebelumnya dok.

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Infeksi mulut rahim atau pada dunia medis disebut dengan servisitis, merupakan peradangan pada serviks (mulut rahim). Penyebab tersering servisitis adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, iritasi, ataupun alergi.

Penyakit menular seksual (PMS) yang dapat menyebabkan servisitis antara lain:

  • Gonorrhea
  • Chlamydia
  • Herpes Kelamin
  • Kutil Kelamin
  • Trichomoniasis
  • Mycoplasma and ureaplasma

Penyebab servisitis selain faktor di atas:

  • Iritasi atau perlukaan akibat alat-alat seperti diafragma, pessary, tampon 
  • Alergi terhadap spermisid yang digunakan untuk KB
  • Alergi terhadap kondom latex
  • Paparan terhadap bahan kimiawi
  • Ketidakseimbangan bakteri yang normal di vagina. Pertumbuhan berlebih bakteri-bakteri yang normal berada di vagina (bakterial vaginosis)
  • Ketidakseimbangan hormon, rendahnya kadar estrogen atau tingginya kadar progesteron dapat mempengaruhi kemampuan untuk menjaga kesehatan jaringan mulut rahim.
  • Kanker ataupun terapi kanker

Faktor risiko servisitis antara lain riwayat berganti-ganti pasangan seksual, riwayat PMS sebelumnya, berhubungan seksual pada usia muda, pasangan seksual yang memiliki riwayat PMS.

Jika infeksi merupakan penyebab, infeksi tersebut dapat menyebar ke rahim, saluran telur hingga ke panggul dan rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesuburan sehingga sulit untuk hamil. Selain itu jika terjadi pada ibu hamil hal ini dapat pula menyebabkan masalah bagi janin yang dikandung.

Pengobatan servisitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat menggunakan antibiotik. Jika disebabkan oleh herpes, maka pengobatannya adalah dengan mengkonsumsi anti virus. Infeksi jamur perlu diobati dengan antijamur (antifungal). Terapi hormon (estrogen dan progesteron) dapat digunakan pada pasien menopause. Kemoterapi bukanlah suatu metode pengobatan untuk kondisi ini, kemoterapi ditujukan untuk pengobatan pasien yang terdiagnosis keganasan (kanker). 

Jika servisitis sudah berlangsung lama dan pengobatan degan menggunakan antibiotik tidak memberikan hasil, tatalaksana pada pasien ini adalah:

  • Cryosurgery (dibekukan)
  • Electrokauterisasi
  • Terapi laser

Apabila sebelumnya Anda sudah melakukan pemeriksaan dengan dokter dan telah diberikan pengobatan yang sesuai, maka kami menyarankan untuk mengikuti pengobatan dari dokter tersebut. Apabila infeksi pada servisitis dapat teratasi, maka keputihan dapat turut teratasi. Namun apabila keluhan keputihan Anda menetap setelah pengobatan selesai, maka kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Demikian penjelasan kami, semoga keluhan Anda lekas teratasi.

0 Komentar

Belum ada komentar