Sukses

Infeksi Jamur pada Pubis
16 Dec 2017, 16:52 WIB
Wanita, 20 tahun.

Saya wanita berumur 20 tahun. Saya mau bertanya, di bagian kulit pubis saya terdapat bercak merah yang gatal, lalu saya beri salep ketoconazole dan gatalnya hilang dan bercak merah tersebut setelah gatalnya hilang, warnanya akan menjadi putih seperti panu. Esok harinya bercak tersebut jika tidak di pakai kan salep maka akan menjadi merah kembali dan terasa gatal. Kira kira apakah ini penyakit seriu?. apakah salep ketoconazole adalah obat yang tepat untuk menymembuhkan penyakit ini? Apa yang harus saya lakukan dok? Terima kasih dok

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah keluhan gatal Anda diikuti dengan keputihan? Gatal pada vagina dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah jamur, parasit, ataupun kutu. Apabila diikuti dengan keputihan yang kental bergumpal-gumpal seperti susu maka kemungkinan jamur, bila dengan keputihan yang berwarna kehijauan maka kemungkinan disebabkan parasit. Bila ada seperti titik darah di celana dalam dan sangat gatal di pubis mungkin disebabkan oleh kutu pada rambut pubis. Namun bisa juga gatal disebabkan karena vagina yang lembab dan kebersihannya kurang terjaga. 

Untuk mengatasi keluhan Anda perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya. Oleh karena itu kami sarankan Anda melakukan konsultasi langsung dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan:

Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik lakukan pada saat mandi sore hari. Selain karena air hangat menciptakan efek relaks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.

Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, sehingga kulit tetap dapat bernapas, sirkulasi udara lancar, dan membuat perasaan menjadi lebih segar. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari.

Jika sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam.

Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau VIRUS yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.

Hindari berbagai produk pembersih, sebab belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.Kami lampirkan

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar