Sukses

Gangguan Plasenta

08 Dec 2017, 22:42 WIB
Wanita, 23 tahun.

Selamat siang dok. Ada yang ingin saya konsultasikan. Saya sudah menikah 1,5 tahun. Pada kehamilan pertama saya keguguran di usia 9w dikarenakan tidak ada janin di dalam kantung. Dan Saat ini saya sedang hamil 8w. 2hari yang lalu saya mengeluarkan darah berwarna merah cerah dengan volum sekitar sekoin 200 perak. Langsung saya konsultasikan ke dr daerah jogja. Alhamdulillah janin tidak apa apa. Uk janin juga bagus, dan detak jantung masih ada. Lalu dihari berikutnya dipagi hari saya mengeluarkan darah dengan volum yg lebih banyak dari sebelumnya, saya memakai pntylainer bahkan sampa ke celana dalam saya, langsung saya bawa kembali ke dr. Setelah di usg ternyata ada luka di plasenta. Dan ada seperti gumpalan darahnya. Sebelumnya saya juga hanya dirumah saja untuk istirahat dan tidak merasakan capek. Lalu Dokter menganjurkan saya untuk bedrest total. Yang ingin saya tanyakan. Apa penyebab luka pada plasenta ? Apakah plasenta nantinya bisa kembali membaik dan berfungsi dengan baik ? Lalu apakah darah pada luka plasenta saya bisa keluar dengan sendirinya ? Apakah ini ada kaitannya dengan kehamilan pertama saya yg gugur ? Terimakasi dok

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter mengenai gangguan plasenta.

Apakah yang Anda maksudkan dengan luka pada plasenta? Terdapat banyak gangguan pada plasenta misalkan adanya terlepas plasenta, perdarahan atau pengapuran plasenta. Saat ini izinkan kami menjelaskan tentang pengapuran pada plasenta. Pengapuran pada plasenta merupakan tanda menuanya plasenta yang bisa dilihat saat pemeriksaan USG. Akan tampak seperti bintik putih yang tersebar dari dasar plasenta hingga permukaannya.

Pengapuran plasenta sebenarnya adalah deposit kalsium, akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang pecah sehingga terjadi penimbunan kalsium. Bila terjadi pada trimester ketiga usia kehamilan, pengapuran plasenta masih dianggap normal. Namun Dapat berbahaya jika terjadi pengapuran pada awal kehamilan.

Deposit ini bisa menyebabkan jaringan plasenta yang ditempatinya menjadi jaringan ikat. Deposit ini juga bisa menyumbat pembuluh darah di plasenta. Bahkan juga mungkin, malfungsi plasenta ke janin menjadi buruk. Sehingga asupan nutrisi dan oksigen yang semustinya diterima janin menjadi terhambat.

Bila aliran darah dan kondisi plasenta tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya tentu pertumbuhan janin jadi terhambat. Bila pertumbuhan janin terhambat di awal kehamilan, biasanya janin terlihat lebih kecil, jumlah sel juga tidak sebanyak jumlah sel pada bayi-bayi normal.

Untuk itu kami menganjurkan anda tetap melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin kepada dokter anda, agar apabila ditemukan adanya tanda-tanda gangguan pada janin dapat ditangani segera untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Demikian, semoga informasi mengenai pengapuran plasenta ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar