Sukses

Penanganan Difteri

08 Dec 2017, 22:33 WIB
Pria, 4 tahun.

dok anak saya laki2 usia4 tahun 2 hari yg lalu tiba2 panas suhu mencapai 39 lalu tidak terlihat lesu, dan menjerit kesakitan saya lihat ingin muntah tapi tidak sampai muntah saya tanya yg sakit mana dia menunjuk perut saya langsung bawa ke RSIA jam 9 malam karena sudah malam dokter anak tidak ada. adanya dr.umum disana anak saya di diagnosa sakit lambung sm pencernaan nya terkena infeksi sedikit namun kok saya lihat anak saya ngeces, lalu saya tanya lagi ternyata yg sakit tenggorokan nya, dan saya melihat anaknya sulit utk menelan. namun obat masih saya minum kan sampai sekarang pagi siang tidak rewel tapi malam dia rewel kesakitan lagi tenggorokan nya dok saya kawatir anak saya terserang difteri. dari dokter umum kmren anak saya dapat obat antibiotik, obat lambung, sama obat panas dok, apa anak saya perlu imunisasi difteri ya dok apa diperbolehkan apabila masih sakit

Terima kasih atas pertanyaan Anda tentang gejala penyakit difteri menggunakan fitur Tanya Dokter Klikdokter.

Penyakit difteri perlu ditegakkan dengan cepat, dengan pemeriksaan langsung dan mendapatkan pengbatan secepatnya. Difteri merupakan infeksi bakteri yang memiliki efek serius pada selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri penyebab penyakit ini,  Corynebacterium diphtheria,mampu menghasilkan racun yang merusak jaringan pada manusia, terutama pada hidung dan tenggorokan.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, penyebaran bakteri ini paling sering terjadi melalui partikel udara. Meskipun jarang terjadi, namun tak menutup kemungkinan juga menyebar melalui benda-benda atau perabotan rumah tangga. Pada kasus tertentu, Anda juga bisa terkena penyakit difteri bila bersentuhan dengan luka orang yang sudah terinfeksi.

Dampak terburuk dari penyakit difteri adalah kerusakan jantung, ginjal, dan sistem saraf. Bahkan, sekitar 3% orang yang terkena difteri berisiko meninggal dunia. Angka ini bisa lebih tinggi, bila difteri menyerang anak usia di bawah 15 tahun.

Gejala penyakit difteri

Difteri biasanya menyerang anak-anak. Namun juga bisa menyerang orang dewasa. Tanda dan gejala penyakit ini biasanya terjadi setelah 2-5 hari pasca infeksi. Sakit tenggorokan (nyeri menelan), pembengkakan kelenjar pada leher, kesulitan bernapas, demam, kulit kemerahan disertai pembengkakan, dan perasaan tidak nyaman adalah beberapa gejala yang biasanya terjadi.

Untuk kasus tertentu, beberapa orang yang terinfeksi bakteri difteri hanya menyebabkan penyakit ringan, atau bahkan tidak bergejala. Penyakit ini tidak hanya bisa diobati dengan antibiotik, tetapi juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).

Penyakit difteri sangat berbahaya, dan dapat menular ke siapa saja. Jika Anda mencurigai adanya penyakit ini pada diri sendiri atau kerabat, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter. Imunisasi DPT serta deteksi dini dan isolasi diri penderita  merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit difteri.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.

0 Komentar

Belum ada komentar