Sukses

Mengobati infeksi jamur kulit

04 Dec 2017, 16:24 WIB
Pria, 38 tahun.

Adakah obat oles ataupun kapsul/pil yg mujarab utk penyakit kulit/jamur kulit seperti kadas/kurap yg sudah menahun..

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

 Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter 

 Penyakit jamur memiliki spektrum yang luas penyebabnya dapat spesies dermatofita atau candida. Umumnya disebut dengan tinea. 

Tinea disebabkan oleh jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit.

Jamur lain yang sering mengenai daerah lipatan kulit, terutama ketiak, bagian bawah payudara, bagian pusat, lipat bokong, selangkangan, dan sela antar jari; adalah candida. Dapat juga mengenai daerah belakang telinga, lipatan kulit perut, dan glans penis/kepala penis (balanopostitis), sela jari tangan biasanya antara jari ketiga dan keempat, pada sela jari kaki antara jari keempat dan kelima. Keluhan berupa gatal yang hebat, kadang-kadang disertai rasa panas seperti terbakar dan basah.

Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kondisi kulit yang mudah lembab dan berkeringat. Kulit yang lembab merupakan suasana yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Gejala dari infeksi jamur adalah gatal, berbau, lembab, kulit mudah iritasi/kemerahan.

Untuk mengatasi infeksi jamur, dapat dilakukan penanganan nonfarmakologis (tanpa obat) dan farmakologis (dengan obat).

Terapi nonfarmakologis adalah menghilangkan faktor pencetus. Hal ini penting karena walaupun dilakukan pengobatan yang teratur jika tidak diikuti dengan penghilangan sumber penularan dan faktor pencetus. Sementara itu, terapi farmakologisnya adalah dengan obat antijamur dapat berupa salep (bila lesi jamur tidak terlalu lebar) atau obat minum. Penggunaan obat-obatan ini ditentukan oleh dokter yang telah memeriksa Anda dan harus berada di bawah pengawasan dokter. Oleh karena itu, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk melakukan pemeriksaan secara langsung untuk menegakkan diagnosis dan mendapat terapi yang optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar