Sukses

Keputihan

02 Dec 2017, 19:48 WIB
Wanita, 15 tahun.

Assalamu'alaikum. Halo dok, saya remaja usia 15th. Akhir bulan bulan ini keputihan dan haid saya tdk normal, bulan kemarin saya mengalami keputihan berwarna coklat dan kadang bercampur darah dan itu terjadi selama 3minggu berturut2, keluarnya pun agak banyak, Namun tdk disertai sakit pada perut. Kemudian saya tdk mengalaminya lagi selama satu minggu, selang satu minggu, kini cairan coklat itu keluar lagi, dan yg lebih membuat saya takut, kini muncul seperti benjolan tdk besar juga kecil, bukan seperti jerawat. Hanya satu, Namun benjolan itu terasa jika sedang jongkok saja, ketika berdiri biasa saja. Dan disertai gatal namun tdak parah. Gejala yg ditimbulkan itu termasuk penyakit apa dok? Atau ada kesalahan dalam pola hidup saya? Mohon bantuannya dok, terimakasih. Wassalamu'alaikum.

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya tentang keputihan menggunakan layanan Tanya Dokter 

Izinkan kami menyampaikan tentang keputihan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis/tidak normal adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Mengenai benjolan, ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada daerah bibir vagina. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada bibir vagina:

Kista Bartholin/abses kelenjar Bartholin. Kista ini berasal dari kelenjar bartholin yang tersumbat. Setiap wanita memiliki sepasang kelenjar bartholin pada bibir vagina. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan munculnya benjolan (kista) dan dapat pula terinfeksi sehingga meradang. Bila sudah radang, maka benjolan akan menjadi nyeri, kemerahan, dan hangat. Bila terdapat nanah kemungkinan sudah menjadi abses/bisul. Ada kemungkinan benjolan ini yang terjadi pada AndaFibroma: tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat pada bibir vaginaLipoma: tumor jinak yang berasal dari jaringan lemakFolikulitis: benjolan di area berambut kemaluan, terjadi akibat infeksi folikel rambutKutil kemaluan: terjadi akibat infeksi menular seksual yaitu akibat virus HPV, dengan sebutan lain penyakit Jengger ayam.Dan bermacam-macam benjolan lain

Mengingat penyebab benjolan vagina bisa bermacam-macam, untuk mengetahui benjolan itu berbahaya atau tidak, serta penyebab pastinya, diperlukan pemeriksaan ke dokter. Untuk itu, sebaiknya Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan fisik langsung.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar