Sukses

Pertanyaan - #214941

29 Nov 2017, 15:47 WIB
Wanita, 19 tahun.

Maaf dok sebelumnya, akhir akhir ini saya terlalu banyak mengonsumsi mie instan bahkan bisa dibilang saya mengosumsi dalam jumlah yg sangat tidak wajar lagi dokter tetapi saya mengosumsinya kurang lebih dalam 3 harian dokter, dan sekrang saya merasa mual begah pusing dokter, dan saya ingin mnanyakan apa yg dapat saya lakukan agar mie yang sudah saya makan agar cpat terproses dokter? Atau ada hal hal yg dapat saya lakukan agar mie tersebut tdak mengganggu kerja tubuh saya, krna seperti yg saya baca mie instan dalam memperlambat proses penyerapan nutrisi, terimakasih dokter

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih atas kepercayaan anda berkonsultasi di klikdokter.com

Mie instan merupakan makanan yang sangat digemari di Indonesia, selain harganya murah dan mudah didapat, rasa dari makanan ini sangatlah nikmat. Mie instan memang mengandunga kalori dan beberapa kandungan gizi, namun keseluruhannya didapatkan dalam bentuk sintesis. Bila dikonsumsi berlebihan mie instan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan pada lambng maupun menyebabkan hipertensi (karena rasanya yang asin)

Pada kasus Anda, mie instan kemungkinan menyebabkan keluhan pada organ cerna terutama lambung. Mie instan mengandung ragi pada proses pembuatannya, dan ragi ini merupakan penyebab bertambahnya gas dalam lambung, sehingga setelah mengonsumsi mie instan perut terasa sebah dan kadang nyeri. Orang yang mengalami keluhan tersebut setelah mengonsumsi mie instan biasanya penderita penyakit maag (gastritis). Di samping itu, mie instan juga mengandung bahan pengawet yang dinamakan tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), terlalu banyak mengonsumsi bahan yang mengandung TBHQ ini akan menyebabkan akumulasi di dalam lambung, dan ternyata jumlah banyak zat tersebut dalam lambung dapat mengiritasi dinding lambung, sehingga dapat memperberat keluhan pada lambung.

Untuk itu kami sarankan kepada Anda untuk membatasi jumlah asupan mie instan demi kesehatan Anda, gantilah makanan Anda dengan sumber makanan yang mengandung jumlah gizi seimbang.

Semoga jawaban kami dapat menjawab pertanyaan Anda. Hormat kami, RF

0 Komentar

Belum ada komentar