Sukses

BAB Merah Segar

26 Nov 2017, 19:26 WIB
Wanita, 27 tahun.

Halo dok, 3 bulan terakhir ini setiap kali saya buang air besar (maaf) kotoran sy terdapat bercak darah segar. Anus saya seperti robek. Sepertinya keelastisan anus saya berkurang. Sy sudah pernah ke dokter umum untuk dilakukan pemeriksaan dan diberikan obat pereda nyeri. Yang ingin saya tanyakan, apakah saya terkena penyakit wasir? Tp selama ini tidak ada tonjolan di anus saya. Dan kalau saya ingin ke dokter spesialis, sy harus konsultasi ke dokter spesialis apa. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab BAB merah segar menggunakan layanan Tanya Dokter

Keluhan BAB berdarah terjadi sejak 1 minggu yang lalu, dengan warna merah segar atau kehitaman dan terakhir dengn gumpalan putih. Anda juga memiliki riwayat diare (BAB hingga 6x sehari) dengan perut melilit. Apakah saat ini setelah sudah minum antibiotik masih merasakan perut melilit? Apakah ada gejala lain seperti mual, muntah, berat badan turun drastis, nyeri perut, demam? Apakah Anda memiliki riwayat sering mengkonsumsi obat-obat anti nyeri atau memiliki hemoroid/wasir?

Bila mengeluarkan darah, perlu diperhatikan: Apakah darah keluar setelah selesai buang air besar? Menetes? Berapakah perkiraan banyak darah yang keluar? Ataukah darah keluar bersamaan dengan tinja? Apakah disertai rasa nyeri perut? Adakah rasa nyeri di daerah anus? Apakah mengalami kesulitan buang air besar?

BAB berdarah dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah wasir/hemoroid, polip usus besar, gastritis erosif (perlukaan pada lambung), kanker usus besar, sirosis hepatis (akibat pecahnya varises esofagus), inflamatory bowel disease, lecet pada daerah anus karena feses yang keras, dan lain lainnya. BAB dengan darah berwarna kehitaman biasanya disebabkan karena adanya perlukaan/perdarahan di saluran cerna bagian atas (gastritis erosif, pecah varises esofagus). Sedangkan jika darah berwarna merah segar pada feses kemungkinan kelainan terjadi di saluran cerna bagian bawah (kanker kolon, wasir, disentri, dsb).

Konstipasi dan konsistensi tinja yang keras juga dapat menyebabkan perlukaan saat mengedan sehingga dapat menimbulkan bercak darah. BAB yang keras menunjukkan bahwa konsumsi serat dan cairan Anda masih kurang. Jika memang masih keras, obat yang bersifat laksatif dapat membantu memperlancar BAB.

Tampaknya dengan adanya gejala diare, nyeri perut dan BAB berdarah, mungkin saja Anda mengalami disentri. Jika keluhan berlanjut setelah pemberian antibiotic maka dapat juga terdapat ambeien secara bersamaan, yang harus dikonfirmasi langsung dengan pemeriksaan fisik.

Pada infeksi (disentri) biasa disertai dengan diare, nyeri perut dan terkadang demam dan darah biasanya keluar bersamaan dengan tinja. Pada hemoroid biasanya darah keluar setelah selesai buang air besar, terdapat kesulitan buang air besar, darah sering kali hanya menetes, dan dapat dijumpai adanya benjolan yang ikut keluar dari anus.

Diperlukan anamnesa dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan) untuk dapat menegakan sebuah diagnosa. Karena keluhan masih berlanjjut, kami sarankan agar Anda segera memeriksakan diri Anda langsung ke dokter spesialis penyakit dalam untuk diperiksa secara seksama/mencari sumber perdarahan sehingga mendapatkan pengobatan yang sekiranya diperlukan. Jika perdarahan dibiarkan, dapat menyebabkan anemia, kehilangan cairan, sampai penurunan kesadaran.

Berikut kami lampirkan artikel yang bermanfaat bagi Anda:

o Memenuhi Kebutuhan Serat dalam Tubuh

o Serat Redakan Gangguan Usus

o Susah BAB, awas kanker usus

o 10 Makanan Kaya Serat

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar