Sukses

Penyebab Anemia Defisiensi Besi
24 Nov 2017, 19:01 WIB
Wanita, 42 tahun.

Selamat siang dokter, saya penderita maag dan gerd sejak 2 tahun yang lalu, dan sekarang saya menderita anemia defisiensi zat besi, oleh dokter saya diberi maltofer dan asam folat, namun setiap minum obat tersebut, perut saya jadi tidak nyaman, kembung, eneg dan nyesek di Ulu hati, nafas jadi pendek-pendek, kaki tangan dingin, kepala pusing. Pertanyaan saya, makanan apa bisa saya konsumsi untuk menaikkan hb saya (8), yang aman buat lambung? Kemudian apakah obat maag ( jenis ppi) yang saya konsumsi bisa menghambat penyerapan zat besi? Terima kasih

Terima kasih telah bertanya tentang anemia defisiensi besi menggunakan layanan Tanya Dokter 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah Anda pernah mengalami BAB berdarah? BAB berdarah yang tidak terlihat  (occult bleeding) juga merupakan penyebab anemia defisiensi besi.

Zat besi adalah nutrisi penting untuk tubuh manusia. Akibat dari kekurangan zat besi adalah terjadinya suatu kondisi yang disebut anemia defisiensi zat besi.

Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai terutama pada wanita usia produktif dan ibu hamil. Kondisi ini mudah sekali ditangani. Terjadi ketika tubuh tidak memiliki jumlah zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin, suatu protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Pada anemia defisiensi besi, darah tidak dapat menghantarkan oksigen yang cukup dibutuhkan ke jaringan.

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh akan mulai menggunakan cadangan zat besi yang lama-kelamaan akan habis digunakan. Setelah cadangan zat besi habis, jumlah sel darah merah yang dibuat tubuh akan semakin sedikit.

Anemia defisiensi zat besi disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi, akibat kehilangan darag atau dapat pula akibat ketidakmampuan saluran cerna untuk menyerap zat besi dari makanan.

Jika Anda mengalami anemia ringan, sangat mungkin Anda tidak menyadari atau merasakan adanya gejala. Sebagian besar gejala muncul ringan dan berkembang seiring berjalannya waktu. Gejala yang dapat ditimbulkan antara lain:

Merasa lelah atau lemah dibandingkan sebelumnya

Sakit kepala

Gangguan konsentrasi

Sering menggerutu

Ketika anemia semakin memburuk dapat menyebabkan keluhan:

Sesak napas, nyeri dada, dada berdebar-debar

Hasrat untuk mengonsumsi benda selain makanan seperti kertas, tanah, dan lain sebagainya bahkan kotoran. Kelainan ini secara medis disebut “pica”

Kuku kering dan mudah patah

Rambut rontok

Pucat

Lidah membengkak atau terasa sakit

Untuk mengatasinya Anda dapat mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Berikut adalah beberapa jenis makanan kaya zat besi:Daging: sapi, kambing, terutama organ-organ seperti hati

Unggas: ayam, bebek, terutama bagian hati

Ikan: sarden, ikan teri, tiram

Sayuran hijau: brokoli, kale, kangkung, bayam

Kacang-kacangan

Kuning telur (namun jangan berlebih karena selain tinggi zat besi, kuning telur juga tinggi kolesterol)

Pasta dan sereal yang kaya kandungan zat besi

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan sehingga penanganan yang diberikan akan optimal.

Anda dapat pula mengunjungi rubrik spesialis Bebas Anemia untuk menambah wawasan Anda tentang anemia.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar