Sukses

Penyebab Nyeri Haid

19 Nov 2017, 22:09 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok,4 hr yg lalu sy haid, tp br kali ini gg lancar cm dikit sj keluarx, trus kemarin sdh bersih tp perutku bagian bawah knp tb" sakit smp skrg, tp sakitnya muncul disaat aku bnyak gerak/kecapean aja dok, ini pengaruh apa ya dok krn aku jg 4 thn yg lalu pernah cesar hamil diluar kandungan dok,

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih Anda telah bertanya tentang nyeri haid menggunakan layanan Tanya Dokter

Nyeri haid adalah nyeri yang dirasakan saat masa menstruasi terjadi. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Jika nyeri muncul di luar masa menstruasi tidak termasuk nyeri haid. Penyebab nyeri di daerah perut bawah dapat bermacam-macam. Dapat disebabkan oleh sistem pencernaan, saluran kemih, maupun sistem reproduksi.

Sejak kapan nyeri tersebut dirasakan, apakah selalu muncul setelah menstruasi? Apakah ada gejala lain yang menyertai seperti mual, nyeri perut, nyeri saat buang air kecil, demam, dsb? Sulit bagi kami menegakkan diagnosis dengan informasi yang sangat terbatas.

Jika Anda mengalami nyeri perut bagian bawah setelah menstruasi berakhir, perlu dipikirkan kemungkinan adanya penyebab lain yang mendasari seperti:

Penyakit radang panggul

Kista ovarium

Endometriosis

Pertumbuhan fibroid

Penyakit menular seksual (gonore, sifilis)

Infeksi saluran kemih/ISK

Radang kandung kemih

Infeksi ginjal

Batu kandung kemih

Gangguan usus besar

dsb

?Berikut ini anjuran yang dapat Anda lakukan:

Beristirahat yang cukup dan batasi aktivitas yang terlalu berat

Makan secara teratur dengan gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh

Minum banyak air putih minimal 2 liter sehari agar saluran kemih terbilas secara teratur

Jangan menahan keinginan untuk berkemih

Buang air kecil secara teratur

Hindari mengurut/memijat bagian perut yang sakit

Mengelola stres dengan baik

Untuk mengetahui penyebab yang Anda alami saat ini, sebaiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter spesialis obgyn untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

    0 Komentar

    Belum ada komentar