Sukses

Tumor Regio Leher

18 Nov 2017, 09:03 WIB
Wanita, 25 tahun.

slmt sore dokter .. saya mau tanya, apakah pasien jika dicek waktu perdarahan di cuping telinga dapat mengalami merah dan bengkak? dan berkepanjangan s.d 3 hari? sbg informasi pasien dg diagnosa soft tissue tumor coli sinistra. informasi dari para dokter terutama dokter spesialis tht sungguh saya harapkan segera. terima kasih

Terima kasih telah bertanya tentang tumor leher menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter 

Tumor ganas dileher yang Anda maksudkan itu tumor apa? Karena ada beberapa macam tumor ganas di leher yang ada di Indonesia. Jika setelah dicek di cuping hidung terdapat pembengkakan, maka Anda perlu memeriksakan pasien ke dokter segera untuk diperiksa.

Di sisni akan dibicarakan beberapa tumor yang sering di kepala dan leher :

1. Tumor Nasofaring

Di Indonesia, Tumor ganas nasofaring merupakan tumor ganas yang paling sering di daerah kepala dan leher. Umumnya pasine datang ke petugas kesehatan dalam stadium yang sudah lanjut.

Tumor ini merupakan tumor yang tumbuh di tenggorok bagian belakang dari hidung.

Gejala yang sering timbul

Telinga terasa penuh sebelah, dan kadang berdengingbenjolan di leherLudah bercampur darahHidung tersumbatMimisanPenglihatan ganda/membayangLendir dari hidung bercampur darah dan kadang berbauSakit KepalaTumor Sinus Paranasal2. Tumor ganas di sinus paranasal dan hidung relatif jarang dan umumnya paien dtang ke dokter sudah dalam stadium yang lanjut. Tidak jarang pasien datang ke dokter karena keluhan gigi sebagai keluhan utamanya, atau penonjolan pada mata.

3. Tumor Laring (Pita Suara)Tumor laring merupakan kasus yang paling sering di kepala leher di amerika, namun di indonesia tumor ini merupakan tumor tersering ke 3 di daerah kepala dan leher.

Suara serak dan sesak napas merupakan keluhan yang sering di keluhkan pasien. Berdasarkan letaknya tumor ini dibagi menjadi:

SupraglotisGlotisSubglotisTerapi dari setiap tumor berbeda antara tumor satu dengan tumor yang lain. Begitu juga stadiumnya. Stadium I dan stadium IV mempunyai terapi yang berbeda pula.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar