Sukses

Mengatasi Gangguan Asam lambung

16 Nov 2017, 11:19 WIB
Pria, 31 tahun.

Selamat pagi dokter. Salam kenal nama saya gari gunawan. Yg ingin saya tanyakan saya ada asam lambung, apakah setiap gejala itu muncul lalu saya sering minum obat ranitiden, apakah berbahaya sering minum obat itu. Secara asam lambung saya sering naik. Terima kasih

dr. Rio Aditya

Dijawab Oleh:

dr. Rio Aditya

Terima kasih telah menanyakan tentang asam lambung melalui fitur Tanya Dokter.

Asam lambung yang naik sampai kerongkongan secara medis disebut GERD.

Gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan.

Gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut.

Pada penderita GERD, terjadinya sesak napas dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi, dll.

Hingga saat ini, pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi GERD adalah dengan obat-obatan golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole, lansoprazole, dll. Obat ini dapat diminum 1x/hari, 30 menit sebelum makan. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1-2 minggu dan dilihat respon yang terjadi. Pengobatan dikatakan berhasil jika terdapat perbaikan gejala, meskipun belum sembuh total. Penyakit ini dapat dikontrol agar tidak sering kambuh.

Selain dengan obat-obatan tersebut, Anda juga perlu untuk mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti :

1. Makan secara teratur, dengan frekuensi sering dan porsi kecil-kecil2. Jangan langsung tidur setelah makan malam3. Hindari rokok dan alkohol serta minuman bersoda lainnya4. Hindari stres5. Tidur cukup 8 jam/hari6. Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama 30menit.

Dengan melakukan kombinasi terapi dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, diharapkan masalah Anda dapat lebih teratasi.

Selama gejala dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup maka perlahan-lahan konsumsi obat-obatan dapat dikurangi, namun bila tanpa obat-obatan gejala kurang dapat dikontrol maka sebaiknya tetap diteruskan. Hal ini diperlukan untuk menetralkan asam lambung karena asam lambung yang terus menerus melukai esofagus (kerongkongan) akan menyebabkan iritasi kronik. Padahal, mukosa esofagus tidak dirancang untuk tahan terhadap asam lambung seperti mukosa lambung.

Demikian informasi mengenai asam lambung yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar