Sukses

Gejala Gangguan Bipolar

05 Nov 2017, 15:16 WIB
Pria, 22 tahun.

dok saya mau nnya apakah ada gejala khusus yang membedakan seseorang terkena bipolar jenis hipomania, mania dan depresi. terima kasih dok

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab gangguan bipolar menggunakan layanan Tanya Dokter

Gangguan Bipolar yaitu perubahan mood yang berganti ganti dari perasaan sangat bahagia berubah menjadi depresi. Untuk memastikannya Diperlukan wawancara lebih lanjut untuk memastikan diagnosis apakah anda mengalami kelainan bipolar atau tidak. Kelainan ini biasanya memang ditemukan pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa.

Gangguan bipolar adalah sebuah penyakit di mana penderitanya mengalami gangguan suasana hati (mood).

Pada penderita bipolar, suasana hati dengan sangat cepat beralih secara drastis dari kondisi tertekan seperti depresi, menjadi kondisi yang paling bersemangat atau mania. Sering para ahli menyebut gangguan ini sebagai manik-depresif.

Baca JugaMengapa Tubuh Lelah Meski Cukup Istirahat?Ini yang Terjadi pada Vagina Usai MelahirkanManfaat Teh Basi untuk Kesehatan TubuhSaat mengalami depresi penderita gangguan bipolar merasa sangat sedih, menangis tersedu-sedu dan sering kali merasa hidupnya tidak berguna.

Terkadang penyebab penderita merasa depresi sangatlah sepele, namun memberikan perasaan berbeda terhadap dirinya. Misalnya, ketika penderita tidak bisa mengerjakan soal ujian di sekolah, dia merasa sebagai orang yang tidak berguna, malu bertemu dengan orang lain, memiliki perasaan menyesal yang berlebihan.

Sementara pada fase mania, penderita terlihat sangat berenergi bahkan tidak dapat tidur, terkesan sulit diatur dan kadang kala menjadi sangat pemarah. Pada fase mania terkadang penderita dapat tidak tidur selama beberapa hari.

Penyebab Gangguan Bipolar

Penyebab gangguan bipolar belum diketahui secara pasti, sehingga para peneliti masih berusaha mencari penyebab penyakit ini. Gangguan bipolar dihubungkan dengan berbagai gangguan otak seperti gangguan struktur, fungsi, kimia, neurokimia, neuroendokrin, dan pengiriman sinyal di otak. Faktor keturunan juga memegang peranan penting penyakit ini.

Namun, stres yang berat dan ketidaksiapan menghadapi sebuah masalah sering mengawali terjadinya episode pertama gangguan ini. Peristiwa-peristiwa seperti itu dapat menyebabkan perubahan neuronal permanen yang menjadi pendukung seseorang menderita rentetan episode gangguan mood. Gangguan ini dapat menyerang berbagai usia, namun paling sering menyeran dewasa muda dan lansia.

Jenis-Jenis Gangguan Bipolar

Terdapat beberapa jenis gangguan bipolar, yakni:

Gangguan bipolar IGangguan bipolar I merupakan gejala gangguan berat, ditandai oleh satu atau lebih episode manik dan beberapa kali depresif. Gangguan mood sangat mengganggu sehingga dapat menghalangi orang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gangguan bipolar IIPada gangguan tipe II ini, keadaan tidak seberat tipe I. Penderita masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun penderita menjadi lebih mudah tersinggung. Ketika perasaan “naik”, penderita hanya mencapai tingkat hipomania (keadaan tidak separah mania). Pada tipe ini, kondisi depresi biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan kondisi hipomania.

Gangguan siklotimikDikenal sebagai cyclothymia. Merupakan bentuk ringan dari gangguan jiwa bipolar. Kondisi mania dan depresi kadang kala mengganggu, namun tidak seberat pada gangguan bipolar I dan II

Ditandai paling sedikit dua tahun dari sejumlah periode waktu gejala hipomanik yang tidak memenuhi kriteria episode manik, dan sejumlah periode gejala depresif yang tidak memenuhi kriteria depresif mayor.

Gangguan bipolar yang tidak terinciGangguan ini mencakup gambaran bipolar yang tidak memenuhi kriteria di atas.

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan kelainan bipolar, namun kelainan ini dapat dikontrol dengan pemberian terapi non-farmakologi (tanpa obat) dikombinasi dengan pemberian terapi farmakologi (dengan obat-obatan) secara terus menerus. Terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan antara lain dengan Psikoterapi dan dengan melakukan berbagai usaha-usaha untuk mengurangi stres, seperti dengan relaksasi, yoga, berolah raga, dll. Sementara obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengontrol kelainan ini adalah obat-obatan mood stabilizer.

Anda dapat mengajukan pertanyaan Anda di rubrik Tanya Dokter. Jika Anda ingin mengetahui tentang penyakit terntentu mulai dari gejala hingga penanganan Anda dapat mengunjungi Medis A-Z. Anda juga dapat mengunjungi rubrik spesialis Psikiatri untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai kondisi kesehatan Jiwa.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar