Sukses

Nyeri Perut Saat Buang Air Besar

05 Nov 2017, 15:09 WIB
Wanita, 14 tahun.

Dokter, saya mempunyai teman wanita yang seusia. Usia kami sudah beranjak remaja, tetapi teman saya ini memiliki kebiasaan yang aneh. Setiap kali ia merasa hendak buang air besar, ia menangis. Pertama kali mengetahui hal tersebut saya khawatir, saya bertanya apakah perutnya sakit sekali, ia sudah tidak tahan atau bagaimana, tapi ia sebenarnya merasakan rangsangan buang air besar yang normal seperti orang pada umumnya. Selain itu ketika mengejan ia biasanya mengerang-erang, padahal sebenarnya ia tidak apa-apa. Kebiasaannya ini sangat mengganggu, apalagi jika ia merasa ingin buang air besar ketika berada di sekolah, di mall atau di rumah teman. Apakah sebenarnya ada kasus lain semacam ini dok? Dan bagaimana saya dapat membantunya agar mengurangi kebiasaannya tersebut, mengingat ia juga seorang wanita yang seharusnya selalu menjaga sikapnya. Terimakasih dokter atas jawabannya.

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab nyeri perut menggunakan layanan Tanya Dokter

Gejala nyeri perut saat buang air besar cukup umum sering terjadi. Terkadang, gejala nyeri perut ini dapat disertai dengan gejala lain seperti gatal pada dubur, darah yang menetes, BAB darah, adanya daging yang keluar dari dubur, diare atau BAB sering atau BAB cair. Apakah Anda juga mengalami gejala lain tersebut?

Berikut ini adalah beberapa alasan dibalik nyeri perut setelah BAB:

1. Konstipasi atau sembelitKonstipasi adalah gangguan pergerakan saluran pencernaan yang ditandai dengan berlalunya tinja sangat keras atau kering pada interval jarang. Bagian dari kotoran keras dapat menyebabkan peregangan yang berlebihan pada daerah sekitar anus dan rektum. Selain itu, kontraksi dubur yang lebih kuat diperlukan untuk mengeluarkan feses keras dari rektum yang dapat mengakibatkan nyeri perut atau keram perut setelah BAB.

2. Hemoroid atau wasir atau ambeienHemoroid merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus. Nyeri hebat di daerah anus bersama dengan nyeri perut sering dilaporkan pada beberapa penderita hemoroid. Walaupun, dalam banyak kasus tidak menyebabkan nyeri. Hemoroid dibagi menjadi hemoroid eksterna dan interna. Untuk informasi lengkap kami sertakan artikel yang dapat Anda akses yang berjudul: Wasir (Hemorrhoid)

3. Fisura anusFisura anus atau robeknya selaput anus (anoderm) juga terlibat sebagai penyebab penting dan sering dilaporkan dari nyeri perut setelah buang air besar. Fisura anus hampir selalu dikaitkan dengan konstipasi kronis. Bagian dari tinja yang keras dapat merusak lapisan anus, sehingga menyebabkan fisura anus. Selain itu, diare berat juga dapat merusak anoderm mengarah ke fisura anus.

4. Fistula anusFistula anus adalah pembentukan saluran kecil antara kelenjar anus yang terinfeksi dan permukaan anus. Pembentukan fistula merupakan hasil dari peradangan kronis pada kelenjar anus karena saluran tersumbat. Pasien dengan riwayat diverticulitis kronis, penyakit Crohn, dan penyakit menular seksual beresiko lebih tinggi terkena fistula anus. Nyeri perut bersama dengan demam, nyeri dan iritasi pada anus serta pendarahan juga dilaporkan oleh para penderita fistula anus.

5. ProktitisProktitis ditandai oleh peradangan dari lapisan rektum yang sering merupakan akibat dari penyakit menular seksual, trauma parah anus atau wilayah dubur, atau usus yang meradang. Gejala proktitis termasuk nyeri perut setelah buang air besar, perdarahan yang berhubungan dengan demam (biasanya intermiten) dan diare bergantian dengan konstipasi.

6. Penyakit radang ususPenyakit radang usus termasuk kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Kolitis ulserativa adalah peradangan lapisan usus yang menyebabkan urgensi buang air besar yang sering dikaitkan dengan nyeri perut dan perdarahan dalam tinja. Penyakit Crohn adalah radang saluran pencernaan (di mana saja dari mulut ke anus) dengan gejala seperti nyeri perut hebat, mual dan muntah.

7. Intoleransi makananBanyak makanan yang dapat menghasilkan gejala reaksi hipersensitivitas karena kapasitasnya untuk menginduksi produksi mediator peradangan. Makanan juga bisa menyebabkan nyeri perut terutama setelah buang air besar, selain gas, kembung, diare, mual dan muntah. Buang air besar yang tidak teratur juga dapat terjadi karena sindrom iritasi usus besar.

Sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik sehingga penyebab dari gejala Anda dapat diketahui dan diobati.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar