Sukses

Kondisi Oligoasthenoteratozoospermia

02 Nov 2017, 11:10 WIB
Wanita, 25 tahun.

Selamat siang dok, saya sudah menikah hampir 2 tahun, saya belum mempunyai anak, kiat2 untuk cepat mempunyai momongan sudah saya lakukan, saya dan suami juga sudah berkonsultasi dengan dengan dokter kebidanan, dokter menytakan saya sehat2 aja, suami saya juga sudah melakukan pemeriksaan analisis sperma,hasil pemeriksaan suami saya menyatakan suami saya oligoastenoteratozoospermia, yg saya mau tanya kan, apa kah itu bisa disembuhkan, dan apakah saya bisa hamil secara alami, dok ? Terimakasih dokter

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Kondisi Oligoasthenoteratozoospermia melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Oligoasthenoteratozoospermia atau OAT adalah kondisi yang mencakup oligozoospermia (jumlah sperma sedikit), asthenozoospermia (pergerakan sperma tidak normal), and teratozoospermia (bentuk sperma abnormal). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan pada pria.

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

KelelahanTidur yang kurangKegemukanKebiasaan merokok dan minum minuman kerasFaktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresiFaktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testisKetidakseimbangan hormon testosteronVaricocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)Infeksi saluran reproduksiKelainan kromosomPada kondisi ini jika menginginkan adanya kehamilan bisa dengan Inseminasi buatan, yaitu peletakan sperma ke saluran reproduksi wanita dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan proses alami. Proses yang dijalani dimulai dengan meletakkan sperma segar atau sperma yang telah dibekukan (sperma normal baik bentuk maupun pergerakannya) ke dalam serviks (leher rahim) atau yang disebut dengan Intracervical Insemination (ICI)) atau  di dalam rahim wanita  atau disebut Intrauterine Insemination (IUI).

Sperma akan diambil melalui proses masturbasi dan disarankan agar pria tidak ejakulasi selama 2-3 hari sebelum pengumpulan sampel dilakukan. Sedangkan pada wanita, siklus menstruasi akan dipantau ketat guna mengetahui kapan waktu ovulasi yang tepat menggunakan beberapa penanda ovulasi seperti temperatur tubuh basal, perubahan lendir vagina, ultrasonografi, atau pemeriksaan darah.

Apabila inseminasi menggunakan IUI maka sperma akan 'dicuci' terlebih dahulu di laboratorium. 'Pencucian' ini akan meningkatkan proses fertilisasi atau pembuahan dan menyingkirkan lendir yang tidak diperlukan serta  sperma dengan motilitas atau pergerakan kurang. Hal ini memang disarankan untuk  dilakukan guna mendapatkan sperma yang berkualitas.

Pasangan yang melakukan inseminasi memiliki kemungkinan berhasil sekitar 5-20% setiap siklusnya. Persentase keberhasilan dapat ditingkatkan apabila dikombinasikan dengan terapi hormonal sebelumnya. Inseminasi buatan ini memang tidak selalu berhasil untuk setiap pasangan. Beberapa pasangan mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba baru terjadi kehamilan. Umumnya inseminasi buatan dilakukan sebanyak 3 kali sebelum terjadinya kehamilan atau beralih ke terapi lainnya.

Kami sarankan Anda berkonsultasi kepada dokter spesialis andrologi atau spesialis urologi yang berkompeten dalam menangani masalah kelainan sperma ini. 

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Kondisi Oligoasthenoteratozoospermia. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar