Sukses

Rehabilitasi Stroke

28 Oct 2017, 10:41 WIB
Wanita, 42 tahun.

Dok.. saya mau tanya apakah org yg terkena stroke 5hr dirawat di rmh sakit blm boleh belajar duduk sendiri??

Terimakasih telah bertanya tentang rehabilitasi stroke menggunakan fitur tanya dokter.

Stroke atau serangan otak bisa terjadi akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang memperdarahi otak, menyebabkan kerusakan sel-sel otak sehingga kehilangan fungsinya.

Berdasarkan letak pembuluh darah otak yang terkena, gejala khas yang umum ditemukan adalah keluhan lemahnya sisi tubuh dan bicara pelo yang berlangsung selama lebih dari 24 jam. Semakin lama tangan dan kaki yang mengalami kelemahan akan membentuk sebuah pola yang umum terlihat pada hampir seluruh penderita stroke (setiap sendi pada lengan dan tangan akan menekuk maksimal dengan cara berjalan yang khas).

Gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke masih dapat dipulihkan dengan proses rehabilitasi. Terapi ini terdiri dari:

- terapi fisik - belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lain- terapi okupasi - belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang air- terapi wicara - belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non- verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat menggunakan komunikasi verbal (berbicara)- terapi psikologis/psikiatrik - untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Sebagai tambahan, latihan yoga oleh tenaga terlatih (khusus stroke) juga dapat membantu pemulihan fungsi setelah stroke.

STROKE DAN KEJANG

Terdapat beberapa keadaan lanjut yang dapat terjadi akibat stroke, salah satunya adalah kejang. Hal ini diyakini terjadi sebagai akibat terbentuknya skar (jaringan parut) dari penyembuhan jaringan otak yang kemudian menyebabkan gangguan hantaran aktivitas listrik otak.

Sebuah studi mengenai kejang yang dialami setelah stroke (Seizures After Stroke Study / SAAS) oleh Universitas Toronto di Kanada, menunjukkan bahwa 2,5% pasien stroke dapat berkembang menjadi epilepsi (kejadian kejang > 1x dalam 24 jam). Oleh karena itu diperlukan evaluasi lebih lanjut mengenai penyebab kejangnya. Apakah terjadi akibat strokenya atau merupakan suatu kondisi medis lain yang terpisah dari stroke.

Diskusikan hal ini dengan dokter spesialis saraf ibu Anda, sekaligus untuk merencanakan terapi rehabilitasi fungsi organ tubuhnya. Proses pemulihan paling cepat terjadi dalam 3 bulan pertama setelah stroke, tetapi perkembangan dapat terus berlanjut hingga satu tahun. Bahkan beberapa mengalaminya secara lambat dalam beberapa tahun. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat baik dari ibu Anda dan keluarga dalam prosesnya. Jangan putus harapan. Besar harapan Saya semoga ibu Anda bisa segera pulih. Semoga dapat membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar