Sukses

Anak 10 Bulan Belum Bisa Duduk dan Rambatan

10 Sep 2017, 18:00 WIB
Pria, 26 tahun.

Selamat pagi dok,, Saat ini anak saya beusia 10bulan berjenis kelamin laki-laki,bb 8,3kg,tb 68cm. Anak saya alergi protein susu sapi jadi saat ini saya berikan chil-mil php 6-12 bulan dan sudah tidak asi karena saya sudah tidak produksi asi lagi. Di usianya 10 bulan anak saya belum bisa duduk ataupun rambatan,apakah itu wajar atau tidak dok? Apakah karena tidak asi dan mempunyai alergi itu dapat menghambat perkembangan tumbuh kembangnya dok? Terima kasih,,

Terimakasih telah bertanya tentang Perkembangan Anak 10 Bulan melalui fitur Tanya Dokter.


Pada anak usia 10 bulan, biasanya perkembangan anak yang seharusnya sudah dialami adalah:


Perkembangan motorik
Pada anak usia ini, bayi sudah bisa merangkak, beranjak berdiri dari
posisi duduk, agak berjongkok/membungkuk ketika duduk kembali dan sedang
senang memegang semua benda di sekitarnya termasuk tangan Anda.
Sedangkan untuk bisa berjalan, biasanya masih dibutuhkan waktu beberapa
bulan lagi. Pada usia 10 bulan, koordinasi bayi Anda juga sudah mulai
meningkat. Anak sudah bisa memegang benda-benda kecil sendiri. Oleh
karena itu perhatikan juga jangan sampai bayi Anda tersedak. Selain itu,
biasanya ia juga sudah bisa memegang satu benda pada tangannya dan
melakukan hal lain dengan tangan satunya.


Perkembangan verbal
Bayi pada usia ini sudah bisa mencoba mengulang apapun yang Anda
lakukan, mulai dari cara Anda menyisir rambut atau memegang handphone.
Bayi Anda akan mendengar perkataan Anda seksama dan melihat reaksi Anda
terhadap sesuatu. Pada usia ini, bayi juga sudah mulai bisa mengerti dan
mengikuti perintah singkat seperti: "tepuk tangan" atau "melambaikan
tangan".


Tips untuk bayi Anda yang berusia 10 bulan:
Meskipun bayi Anda belum bisa berbicara, libatkan ia dalam
perbincangan. Misalnya ajak ia mengobrol dengan menggunakan bantuan
boneka. Cara ini akan membantu bayi Anda untuk belajar kata-kata baru. Perdengarkan musik. Musik apapun baik pop, country, klasik, dsb. Bayi Anda akan
senang mengikuti iramanya dan sesekali mencoba berjoget.Pada usia ini, anak biasanya sudah bisa menggumam, membuat kontak mata dan merespon perkataan dan perbuatan Anda.

Sejumlah penelitian menunjukkan, sebagian anak yang alergi protein susu sapi berpotensi mengalami gagal tumbuh.

Gagal tumbuh berarti tertundanya pertumbuhan fisik dan kenaikan berat
badan yang dapat menyebabkan tertundanya perkembangan dan
pematangan. Gagal tumbuh adalah diagnosa yang diberikan kepada anak yang
terus-menerus kekurangan berat badan (atau yang berat badannya tidak
dapat bertambah), dikarenakan tidak terpenuhinya semua nutrisi yang
dibutuhkan untuk perkembangan.

Pakar di bidang saluran pencernaan makanan dan nutrisi anak dari
Vrije Universiteit Brussel Belgia, Profesor Yvan Vandenplas, mengatakan,
“Alergi protein susu sapi pada anak terbukti dapat mengganggu
optimalisasi tumbuh kembang, serta memberi dampak jangka panjang
terhadap tingkat kesehatan ketika dewasa. Sayangnya, alergi protein susu
sapi ini tidak memiliki gejala yang spesifik.”

Karena tidak adanya gejala yang spesifik, kurangnya pengetahuan, dan
jarang dilakukan tes alergi, kesulitan deteksi kasus alergi protein susu
sapi merupakan hal yang sering terjadi. Oleh sebab itu, meningkatkan
pengenalan dan pengetahuan terhadap gejala alergi susu sapi serta
penanganan alergi secara tepat sangat penting untuk menekan dampak
jangka panjang.

Berikanlah nutrisi dengan indikasi yang tepat, yang dapat memenuhi
semua zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Beberapa kandungan
nutrisi yang diperlukan adalah:

Energi
Energi berfungsi untuk menunjang proses tumbuh kembang anak.

Protein
Protein berfungsi untuk membentuk sel-sel baru yang akan menunjang
proses pertumbuhan seluruh organ tubuh, juga pertumbuhan dan
perkembangan otak anak.

Lemak
Lemak berperan penting dalam proses tumbuh kembang sel-sel saraf otak
untuk kecerdasan anak. Lemak yang diperlukan adalah asam lemak esensial
(asam linoleat atau omega-6, omega-3) dan asam lemak nonesensial (asam
oleat atau omega-9, EPA, DHA, AA)

Vitamin A
Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, menjaga kelembutan kulit, dan pertumbuhan optimal anak

Vitamin C
Vitamin C berfungsi untuk pembentukan kolagen, meningkatkan daya
tahan tubuh, dan penyerapan kalsium yang diperlukan untuk pembentukan
tulang dan gigi.

Yodium
Yodium berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, sehingga
anak tidak mengalami hambatan seperti kretinisme atau kerdil.

Kalsium
Kalsium membantu penyerapan vitamin B12 untuk mencegah anemia dan membentuk sel darah merah.

Seng
Seng tersebar di semua sel, jaringan, dan organ tubuh. Diperlukan untuk pertumbuhan dan  fungsi otak anak.

Besi
Zat besi dibutuhkan untuk perkembangan fisik maupun mental Anak.

Asam folat
Asam folat berguna untuk memproduksi sel darah merah dan sel darah
putih dalam sumsum tulang, pematangan sel darah merah, dan mencegah
anemia.

Susu dengan isolat protein kedelai (soya) bisa menjadi salah satu
alternatif aman bagi anak dengan alergi protein susu sapi. Gizi yang
diperlukan seperti yang telah disebutkan di atas juga terdapat pada susu
soya. Selain itu, pola pertumbuhan, kekebalan tubuh, dan fungsi saraf
pada anak yang menggunakan susu formula kedelai tidak berbeda dengan
kelompok anak yang mengonsumsi susu berbasis sapi.

Bila anak anda mendapatkan nutrisi yang cukup , anda tidak perlu merasa khawatir. Namun, kami sarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terkait dengan tumbuh kembang anak anda.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Perkembangan Anak 10 Bulan. Semoga bermanfaat untuk Anda

 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar