Sukses

Endometriosis dan Kistaa Endometriosis
07 Sep 2017, 16:21 WIB
Pria, 21 tahun.

Malam dokter..... Saya saya wanita berusia 21 begini dok saya sudah 5 bulan lebih tdk mens. 2 hari yang lalu saya ke dokter spesialis kandungan. menurut nya saya di diagnosis mengalami endometrosis. yang saya ngin tanya kan adalah : 1. apa beda endometrosis dengan kista endometrosis? 2. mungkinkah endometrosis yang saya alami ini akan berkembang menjadi kista endometrosis? atas jawab nya saya ucapkan terimakasih.....

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter dan bertanya mengenai endometriosis.

Endometriosis adalah pertumbuhan lapisan endometrium di luar rahim. Lapisan endometrium merupakan lapisan yang teradapat dalam rahim, yang dalam keadaaan normal hanya ditemukan di dalam rahim. Adanya lapisan endometrium yang tumbuh di luar rahim dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri panggul, nyeri saat menstruasi (dysmenorea), nyeri saat berhubungan seksual, dan infertilitas (gangguan kesuburan).

Penyebab pasti endometriosis masih belum diketahui. Beberapa teori mengemukakan kaitan antara endometriosis dengan masalah imunologik (kekebalan tubuh) serta faktor genetik (keturunan)dan gangguan sistim hormonal.

Pada lokasi tertentu misalnya di ovarium, maka endometriosis bisa membentuk kantong atau kista yang berisikan darah. Bisa saja Anda mengalami kondisi tersebut, terkait progresi endometriosis yang sulit ditebak.

Endometriosis juga berpengaruh pada fertilitas (kesuburan) karena terjadinya gangguan pada lingkungan rahim sehingga perlekatan sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim menjadi terganggu. Pada endometriosis yang sudah parah, dapat terjadi perlekatan pada rongga panggul, saluran tuba, atau indung telur yang dapat mengganggu transportasi embrio.

Nyeri endometriosis terjadi saat fase haid dimana terjadi peregangan akibat jaringan endometriosis yang terbentuk di luar rahim sehingga salah satu solusi yang dipikirkan adalah dengan menyegah terjadinya fase haid itu sendiri. Keadaan ini dapat dicapai antara lain dengan menggunakan obat-obat hormon dan kehamilan.

Pil KB atau kontrasepsi oral merupakan bagian dari terapi medikamentosa untuk menangani endometriosis dan mengurangi resiko kekambuhan dari endometriosis. Hormon yang terdapat di dalam kontrasepsi oral membantu mengatur siklus menstruasi dan membantu mengurangi nyeri dan menghambat pertumbuhan implantasi jaringan endometrium.

Terapi endometriosis tergantung pada keparahan penyakit dan kebutuhan pasien. Terapi dengan obat maupun operasi dapat dilakukan. Terapi dengan obat dapat dilakukan dengan hormon seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Pilihan terapi mempertimbangkan penghentian masalah kesuburan, mengurangi nyeri hebat dan mempertahankan kesuburan, atau manajemen penanganan terapi nyeri sendiri. Apabila endometriosis tersebut memang mengganggu implantasi atau perlekatan janin di dalam rahim maka sebaiknya diobati. Operasi dapat terbagi 2, yaitu operasi konservatif yang mempertahankan rahim dan operasi histerektomi yang sekalian mengangkat rahim. Untuk usia subur lebih dipilih operasi konservatif.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai endometriosis. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar