Sukses

Penyebab Penyakit Asam Urat

06 Sep 2017, 15:50 WIB
Wanita, 33 tahun.

Saya ingin bertanya tentang penyakit asam urat. Apa sajakan penyebabnya dan berbahayakah penyakit ini?

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai penyebab penyakit asam urat.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Asam urat merupakan hasil akhir (limbah) dari metabolisme purin. Kadar asam urat dipengaruhi oleh dua hal, yakni:

  • Pertama adalah laju pembuatan asam urat di dalam hati. Karena asam urat terbentuk dari pemecahan purin, kadarnya di dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah purin yang dibuat di dalam tubuh dan juga jumlah purin yang diserap dari makanan.
  • Kedua adalah laju pembuangan asam urat melalui ginjal. Normalnya, asam urat di dalam pembuluh darah akan bergerak ke ginjal dan dibuang melalui urin.

Jika jumlah asam urat di dalam tubuh berlebih, maka kelebihannya tersebut dapat menumpuk di dalam sendi dalam bentuk kristal monosodium urat (kristal asam urat). Pada tahap awal, biasanya tidak akan menimbulkan gejala hingga akhirnya terjadi penumpukan kristal yang banyak, apalagi jika setelah bertahun-tahun dibiarkan. Pada saat serangan akut gout, kristal-kristal tersebut dapat membuat peradangan pada sendi dan jaringan di sekitarnya yang akan menimbulkan keluhan nyeri hebat.

Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Sumber dari asam urat adalah makanan, jadi yang Anda perlukan adalah diet rendah asam urat guna membatasi jumlah makanan yang mengandung purin (menyebabkan asam urat tinggi) di dalam asupan sehari-hari. Jika dalam kurun waktu 2-3 bulan tidak terjadi perbaikan kadar asam urat dalam darah melalui intervensi diet, maka dokter perlu meresepkan obat untuk mengatasi asam urat Anda. Selain itu Anda juga tetap perlu melakukan diet rendah purin.

Berikut adalah daftar bahan makanan yang dikelompokkan berdasarkan kandungan purinnya:

Kelompok I : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dihindari: Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/ kaldu, bouillon, bebek, ikan sardin, makarel, remis, kerang.
Kelompok II : Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dibatasi: maksimal 50-75 gr (1-1 ½ ptg) daging, ikan atau unggas, atau 1 mangkok (100 gr) sayuran sehari. Daging sapi dan ikan (kecuali yang terdapat dalam kelompok 1), ayam, udang; kacang kering dan hasil olah, seperti tahu dan tempe; asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, daun dan biji melinjo.
Kelompok III : Kandungan purin rendah (dapat diabaikan), dapat dimakan setiap hari: Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mi, bihun, tepung beras, cake, keju kering, puding, susu, keju, telur; minyak; gula; sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran dalam kelompok 2).
Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).

Untuk memenuhi kebutuhan informasi Anda, maka kami sertakan artikel berikut:

Penyakit Asam Urat Dan Penanganannya

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai penyebab penyakit asam urat. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar