Sukses

Mengatasi Luka Di Leher Rahim

06 Sep 2017, 13:54 WIB
Wanita, 22 tahun.

mbak apa bisa sembuh luka yang ada di leher rahim yang shingga menimbul kan keputihan terus.. sudah kolsultasi sma dokter dan di tindak lanjutti dengan melakukan koter.. dan setelah itu udah melakukan kontrol setiap 1minggu sekali... semakin membaik, dan di suruh kontrol 3 bulan sekali... tapi sakit nya di perut masih ada dan ada yang bedah sebelum nya.. dari tempat yang sakit nya agak keatas san seakan2 di perut bukan dekat rahim

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai mengatasi luka di leher rahim.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, maka kami asumsikan maksud luka di leher rahim Anda, merupakan erosi serviks. Sebelumnya, kami akan mencoba sedikit menjelaskan tentang erosi serviks.

Erosi serviks merupakan temuan yang umum pada pemeriksaan ginekologis rutin pada perempuan usia subur. Erosi didefinisikan sebagai ausnya jaringan. Serviks terdiri  2 tipe sel, bagian luar oleh sel skuamosa dan bagian dalam oleh sel glandular yang mensekresi mukus. Ketika terjadi erosi lapisan sel skuamosa digantikan oleh sel epitel kolumnar dari bagian dalam serviks. Keadaan ini menyebabkan jaringan lebih mudah terinfeksi atau mengalami inflamsi.

Keadaan ini umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun dapat ditemukan gejala berupa peningkatan sekresi mukus dari vagina atau perdarahan dari vagina. Penyebabnya umumnya tidak diketahui, namun dapat terjadi saat hamil, pasca melahirkan, atau penggunan kontrasepsi oral. Beberapa perempuan lahir dengan erosi serviks dan tidak menunjukkan gejala. Risiko terjadinya erois meningkat dalam keadaan stress, infeksi vagina berulang, dan obesitas.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi adanya abnormalitas jaringan. Bila ada kelainan yang didapatkan dari pemeriksaan pap smear akan dilakukan tindakan cone biopsy. Sedangkan bila hasil pap smear normal, dapat dilakukan tindakan operasi minor seperti cyrocauteterization atau electrocoagulation.

Sebagian besar erosi serviks terdapat pada perempuan yang tidak menunjukkan gejala, karena itu tidak memerlukan terapi khusus. Kelainan ini dapat sembuh sendiri tanpa terapi. Dibutuhkan waktu 3 bulan agar serviks dapat kembali normal. Namun, erosi dapat terjadi lagi. 

Sementara dalam proses penyembuhan, tidak dianjurkan berhubungan seksual dengan suami Anda, paling tidak hingga darah berhenti. Hal ini karena darah yang keluar dapat memperbesar resiko infeksi dan lama penyembuhan bertambah.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai mengatasi luka di leher rahim. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar