Sukses

Keputihan Berlebihan

06 Sep 2017, 08:01 WIB
Wanita, 23 tahun.

Sore dok, saya yuli usia 23 tahun tnggal 23 juli 2017 kmrin kan saya nikah dok dan stlah nikah itu malam nya sy langsung berhubungan badan dengan suami tp smnjak nikah dan smnjk sy udh tau ber penetrasi itu ky apa dn gmna rsnya tiba2 sy keputihan trus dr prtama nikah berhubungan bdan dngan suami smpe, pokonya stiap pentrasi slalu keputihan keluar cairan yg lumayan bau khas dan itu ga nyaman sm sekali dok scra fisik dan mental sy terganggu skli dan bkin mental sy drop ga pede jg karna bau khasnya itu, sy malu dngan suami sy jg dok :( stlah 10 hr nikah sy berobat dan konsultasi lngsng denfan bidan ahirnya sy dikasih obat banyak banget dan obat itu hrus diminum slma 2 minggu brturut2 jangan terputus ktanya dok, pas sy minum obat itu bau khasnya hilang sih dok, tp tiap berhubungan terangsang trus ky keluar trus cairan d diri sy smpe ahirnya tiap sperma masuk keluar lg tumpah karna terdorong oleh cairan yg sy punya becek banjir itu cuman baunya ga ada, setalah 2 minggu obat habis baunya datang lg dok, tp keputihan sy cuman parah dan baunya datang pas lg terangsang berhubungan sm suami sy aja dok, klo pas biasa2nya sih normal2 aja klo kata sy, udah gt 17 hri pernikaha tepatnya tgl 8 agustus 2017 nya sy halangan slma 4 hari smpe tgl 11 udh gt skrg udh tgl 4 september 2017 sy blm halangan haid lg, saya soalnya berharap kepingin bnget dikasih momongan cepat dok sudah sering berdoa jg, cuma sy jg sangat panik dengan keputihan sy sndiri yg kdng2 membuat kata orang ga normal keputihan saya dan mental sy drop ga pede bnget jdnya sm suami, gmna ya dok solusi kata dokter mohon dijwb diperjelas bnget yah dok please... Makasih dok..

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar keputihan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.

Sebelum kami menjawab pertanyaan Anda, ijinkan kami untuk memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara keputihan normal dan abnormal. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
* Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
* Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
* Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
* Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
* Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

Pemberian antibiotik/antijamur harus di bawah pengawasan dokter. Kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan dan terapi lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai keputihan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar