Sukses

Stroke Iskemik dan Pengobatannya

06 Sep 2017, 08:00 WIB
Pria, 42 tahun.

baru saja saya di vonis menderita stroke iskemik, dengan kondisi tangan kanan saya kesulitan menggunakan tenaga yg ringan sedangkan u/ membutuhkan tenaga besar dan sedang tidak ada masalah sama sekali. Yang ingin saya tanyakan apakah saya harus minum obat clopidogrel bisulfate dan aspilets selama-lamanya? adakah saran obat herbal yg dpt menggaantikan nya

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar stroke iskemik melalui fitur tanya dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Stroke adalah suatu gangguan pembuluh darah (tersumbatnya pembuluh darah maupun pecah), yang menyebabkan area otak yang berada di sekitar pembuluh darah tersebut rusak. Namun, area yang rusak tidak dapat diprediksi. Stroke bisa saja mengenai area motorik saja (area yang bertugas untuk mengatur kemampuan gerak), area sensorik saja (persepsi raba, nyeri, suhu, dll), maupun keduanya sekaligus. Sejauh mana fungsi yang terkena akan tergantung dari seberapa luas kerusakan yang terjadi. Dalam kasus Anda, kemungkinan yang terkena hanya area motorik saja, namun area sensoriknya masih baik.

Adapun mengenai pengobatan stroke, seperti yang telah dijabarkan stroke memiliki dua klasifikasi besar. Stroke terbagi dua, yaitu stroke perdarahan (hemoragik) dan non-perdarahan (non-hemoragik). Stroke non hemoragik terjadi akibat sumbatan pembuluh darah yang memperdarahi otak, sedangkan stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah. Gejala yang muncul tergantung pembuluh darah mana yang terkena, karena tiap-tiap pembuluh darah memperdarahi bagian otak yang berbeda.
Proses rehabilitasi untuk mengatasi gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke terdiri dari (Tergantung kebutuhan masing-masing pasien):
1. terapi fisik - belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lain

2. terapi okupasi - belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang air

3. terapi wicara - belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non-verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat menggunakan komunikasi verbal (berbicara)

4. terapi psikologis/psikiatrik - untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Selain itu, tentunya pasien harus meminum secara teratur obat-obat yang diberikan oleh dokter dan kontrol teratur. Misalnya bila ada hipertensi maka harus rutin minum obat darah tinggi, bila ada diabetes harus rajin minum obat gula, dsb.Tentunya harus diikuti dengan gaya hidup yang sehat, seperti makan makanan dengan nutrisi yang baik, rendah garam, dan rendah lemak, serta tidak merokok atau menghirup asap rokok dari perokok di sekitarnya.

Mengenai obat herbal, kami sarankan agar Anda mendiskusikannya dengan dokter yang menangani Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar