Sukses

Post Coital Bleeding

05 Sep 2017, 22:20 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok saya mau tanya, kemaren saya baru menikah dan waktu saya berhubungan sama istri saya keluar darah seharian nggak berhenti henti itu kenapa ya dok Mohon infonya dok

Terima kasih telah bertanya seputar post coital bleeding melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mohon maaf atas keterlambatan jawaban kami. Bagaimana siklus haid istri Anda selama ini? Apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini istri Anda alami? Apakah setiap kali Anda berhubungan maka akan keluar bercak darah tersebut? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atauPost Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  6. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Jika keluhan tetap mengganggu, saran kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga membantu dan semoga keluhan Anda segera teratasi!

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai post coital bleeding. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat. 

0 Komentar

Belum ada komentar